Dishub Jatim Semprot Disinfektan Massal, Terminal & Ojek Online Jadi Sasaran

Sabtu, 21 Maret 2020 10:37 Reporter : Erwin Yohanes
Dishub Jatim Semprot Disinfektan Massal, Terminal & Ojek Online Jadi Sasaran Dishub Jatim Gelar Semprotan Disinfektan Massal. ©2020 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Bertambahnya jumlah pasien positif corona atau Covid-19 secara signifikan, membuat semua pihak melakukan penyemprotan disinfektan secara massal. Hal ini untuk mencegah makin meluasnya penularan corona, terutama di tempat-tempat publik.

Salah satunya dilakukan secara serentak oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur sebagai satuan gugus tugas bidang perhubungan Covid-19 Provinsi Jawa Timur. Seluruh terminal beserta angkutan di dalamnya turut disemprot disinfektan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono mengatakan, melalui Unit Pelaksana Teknis Teknis Perhubungan (UPT Perhubungan) di daerah, 26 terminal tipe B seluruh Jawa Timur disemprot disinfektan. Bahkan, penyemprotan yang dilakukan bisa mencapai 3 kali dalam sehari.

"Penyemprotan dilakukan 3 kali dalam sehari di 26 titik terminal di seluruh Jatim," katanya, Sabtu (21/3).

Penyemprotan dilakukan di titik-titik tempat berkumpulnya penumpang di terminal seperti ruang tunggu, toilet, tempat parkir hingga tempat naiknya penumpang ke bus. Selain penyemprotan disinfektan, juga disediakan tempat cuci tangan dengan sabun, serta cairan hand sanitizer.

"Sebelum masuk bus, penumpang wajib membasuh tangan dengan sabun atau menggunakan cairan pembersih tangan, bus juga disemprot disinfektan sebelum berangkat, meliputi bagian bagasi atas, tempat pegangan penumpang, bagian pegangan pintu bus, tempat duduk dan seluruh bagian dalam bus" jelasnya.

Di lokasi terminal juga disediakan ruang pos pelayanan kesehatan khusus untuk pemeriksaan penumpang yang mengalami gejala Covid-19 seperti suhu tubuh meningkat, flu dan batuk dengan alat thermal gun.

Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan daerah setempat, penumpang dengan gejala Covid-19 akan diproses sesuai SOP penanganan kesehatan terkait Covid-19 yang berlaku.

Tidak hanya di terminal, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur juga melakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas perhubungan lainnya seperti pelabuhan dan bandara.

"Semua pintu pintu masuk perjalanan orang dan barang dari dan ke Jawa Timur harus dipastikan melakukan SOP penanganan Covid 19 ini, sehingga ruang gerak penyebaran virus ini bisa kita tekan," jelasnya.

Dia memastikan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur bersama seluruh Dinas perhubungan kabupaten dan kota, maupun instansi perhubungan pusat di Jawa Timur bekerja bahu membahu melaksanakan arahan Gubernur Jawa Timur tentang pelaksanaan SOP penanggulangan Covid-19 bidang perhubungan sesuai dengan kewenangannya.

"Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan tenang, serta menghilangkan kepanikan kepada seluruh pengguna angkutan umum di Jawa Timur," ujarnya.

Sementara itu hal yang sama juga dilakukan untuk para pengemudi ojek online. Sekitar 750 pengemudi ojol di wilayah Terminal Purabaya, juga tak luput dari penyemprotan disinfektan.

Pengemudi ojol yang setiap hari bekerja di jalan dan berhubungan dengan orang atau penumpang beresiko terinfeksi Covid-19. Sehingga, melalui upaya preventif ini, para pengemudi ojol turut menjadi sasaran penyemprotan disinfektan.

Sebelumnya, hingga Jumat (20/3) pasien positif Covid-19 di Jawa Timur bertambah 6 orang, sehingga menjadi 15 orang. 13 orang di Surabaya, 2 lainnya berada di Malang.

Selain penambahan pasien positif corona, orang dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga turut naik. Pada Kamis (19/3) kemarin masih 36 orang naik menjadi 72 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari awalnya 91 orang kini menjadi 635 orang.

Jumlah PDP terbanyak yakni di Kota Surabaya 32 orang, Malang Raya 8 orang, Sidoarjo 5 orang, Tulungagung 4 orang, Mojokerto, Jember masing-masing 3, Magetan, Ngawi, Pacitan, Gresik masing-masing 2, dan Ponorogo, Trenggalek, Blitar Raya, Lumajang, Situbondo, Sumenep, Nganjuk, Madiun masing-masing 1 orang.

Sedangkan ODP terbanyak tercatat di Surabaya yakni 175 orang, Blitar Raya 84 orang, Malang Raya 74, Jember 43, Mojokerto 23, Lumajang 20, Bondowoso 18, Banyuwangi 17, Situbondo 15, Ponorogo, Kab. Kediri 11, Sumenep, Sidoarjo 10, Gresik, Probolinggo 9, Trenggalek 8, Pacitan 7, Tuban, Magetan 6, Ngawi 5, Sampang 4, Pasuruan 3, Bangkalan, Lamongan 2, Jombang, Tulungagung, Pamekasan 1. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini