Diserang wabah campak dan gizi buruk, Suku Asmat tak mungkin direlokasi

Rabu, 24 Januari 2018 10:13 Reporter : Supriatin
Diserang wabah campak dan gizi buruk, Suku Asmat tak mungkin direlokasi Presiden Jokowi. ©biro Setpres

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) melakukan rapat penanggulangan wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua, di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (23/1) malam. Rapat itu dihadiri sejumlah kepala daerah terkait, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkes Nila Moeloek dan Mensos Idrus Marham.

Jokowi mengatakan, dalam rapat tersebut, dirinya ingin memastikan apakah warga yang terdampak wabah campak dan gizi buruk bisa direlokasi ke tempat aman.

"Ternyata tidak memungkinkan (untuk direlokasi) karena masalah tradisi, masalah adat, masalah hak ulayat yang tidak mungkin," ungkap Jokowi di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (24/1).

Guna menangani cepat wabah campak dan gizi buruk, ada tiga langkah yang harus dilakukan. Pertama menggenjot pembangunan infrastruktur di Asmat. Infrastruktur ini diyakini bisa memudahkan akses pengiriman bantuan ke lokasi.

"Ini harus segera dilakukan agar yang terisolasi ini bisa terbuka," ujar dia.

Tahap kedua adalah membangun pertanian. Jokowi mengatakan, warga Asmat sebetulnya tidak hidup di satu tempat, mereka selalu berpindah-pindah untuk mencari persediaan pangan. Dengan adanya pembangunan pertanian ini, Jokowi yakin betul bakal menghentikan kehidupan yang berpindah-pindah tersebut.

"Jadi tadi malam juga setuju harus ada pertanian sehingga mereka bisa menetap. Kalau sudah menetap ini gampang," ujarnya.

Ketiga melakukan vaksinasi terhadap korban campak dan gizi buruk. Jokowi menyadari, memang sulit melakukan vaksinasi terhadap korban sebab medan yang harus dilalui para dokter sangat sulit dijangkau. Di sisi lain, masih banyak korban yang tidak mau melakukan vaksinasi.

"Mereka banyak yang tidak mau, tidak mau divaksin. Ini fakta di lapangan," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi telah memerintahkan membentuk tim dan telah bekerja sejak 16 Januari lalu. Kementerian Sosial, Mabes TNI, kantor sekretariat kepresidenan, Kemendagri ditambah dengan kepolisian terlibat dalam pekerjaan itu.

"Kita kerjakan tiga hal. Pertama mengobati campak itu sendiri, penanganan campak.

"Kedua bersama melakukan vaksin, memberikan imunisasi kepada anak-anak kita di sana umurnya di bawah 14 tahun. Ketiga adalah menyiapkan upaya kita rencana setelah pasca penanganan campak itu sendiri, rencana pendampingan dan pembinaan pasien-pasien khususnya gizi buruk butuh waktu agak lama sedikit. Campak targetkan 1 bulan ini kita selesaikan," kata Wakil Bupati Nduga, Wentius seusai rapat dengan Jokowi semalam.

Saat ini, tim tengah menyasar 224 kampung di Asmat. Lebih dari 187 kampung telah berhasil disisir oleh tim penanggulangan. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini