Disentil Ridwan Kamil soal Paling Rendah Jaga Jarak, Wali Kota Depok Pertanyakan Data

Selasa, 19 Januari 2021 16:12 Reporter : Nur Fauziah
Disentil Ridwan Kamil soal Paling Rendah Jaga Jarak, Wali Kota Depok Pertanyakan Data Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bertemu Wali kota Depok Idris Abdul Shomad. ©2019 Merdeka.com/Nur Fauziah

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan kepatuhan menjaga jarak terendah adalah Kota Depok. Hal itu diungkapkan Emil di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (18/1).

Menanggapi hal itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta transparansi data yang diungkap Emil. Idris mengatakan pihaknya bukan antikritik, tapi hal itu jangan sampai menjadi masalah dan berefek. Dikatakan Idris, sebelumnya juga Emil sempat melontarkan ucapan soal Depok siaga 1 karena terus berada di zona merah.

"Pernyataan sebelumnya tentang siaga 1 juga kami minta klarifikasi, standar penilaiannya kayak apa transparansi dalam penilaian, bukannya kami menolak kritik. Memang ini sebuah kritik kepada kita wakil masyarakat kota Depok terhadap masalah menjaga jarak itu tidak menjadi soal, cuma ya jangan sampai nanti efeknya malah bermasalah," kata Idris, Selasa (19/1).

Menurutnya jangan sampai ungkapan itu justru membuat semangat warga dan tim satgas melemah. Idris pun meminta ucapan Emil untuk diklarifikasi. Idris juga meminta kepada Emil sebagai pejabat untuk mempertimbangkan sejumlah hal sebelum melontarkan ucapan.

"Coba statement ini diklarifikasi. Kasih tahu saja standarnya seperti apa, kalau memang untuk maslahat jangan sampai keinginan kita baik tapi mendatangkan mudharat yang lebih besar. Kita merasakan sesuatu apa ya pandemi yang semuanya mencemaskan jangan sampai membuat cemas lagi. Saya tidak mengatakan itu tidak benar, tolong standar penilaiannya dan dipikirkan kembali kalau seorang pejabat tinggi mengeluarkan statement itu harus dilihat, ditimbang maslahatnya, mudharatnya seperti apa," tegasnya.

Idris tidak menutup diri terhadap ucapan Emil sepanjang hal itu memang benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Menurutnya, itu bisa menjadi pecut warga agar disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan.

"Kalau mendatangkan maslahat ya tidak apa-apa. Ya mudah-mudahan ini menjadi pecut bagi warga dan bagi kita semuanya tentang masalah jarak dan mudah-mudahan dengan jaga jarak seperti ini kita berarti nanti bisa melaksanakan 3M," ungkapnya.

Hingga saat ini pun kata dia perihal menjaga jarak masih belum sepakat. Ada yang menyebut jaga jarak sekitar 1 meter hingga 2 meter. "Jaga jarak 1 meter, setengah meter 2 meter jadi kan masih di diperselisihkan 2 meter apa 2 setengah meter atau 3 meter ini kan masih macam-macam pendapatnya. Ke depannya mari sama sama di dalam menghadapi pandemi seperti ini yang kita bangun adalah semangat spirit yang kita bangun adalah imunitas kejiwaan kita," katanya.

Keheranan yang sama pun diungkapkan Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny yang mengaku belum mendapat konfirmasi perihal ucapan Emil. Dia bahkan mempertanyakan dari mana penilaian tersebut.

"Aplikasi apa ya? Kalau aplikasi itu hasil, misalnya kita yang giat melakukan (razia) protokol kesehatan banyak, sementara daerah lain tidak banyak (razia), maka tentu kita yang banyak dong (angka pelanggaran protokol kesehatannya). Justru kita yang rajin yang meningkat" kata Lienda.

Dia mengaku akan melakukan konfirmasi terlebih dulu terkait hal tersebut. Dikatakan dia jika ingin melakukan perbandingan maka harus apple to apple. "Harus apple to apple, misalnya di daerah ini berapa kali (razia), hasilnya gimana? Jangan-jangan, nanti banyakan Depok yang melakukan kegiatan (razia), ya banyak melaporkan. Sementara yang lain tidak terlalu sering melaporkan, itu yang harus dibuktikan dulu," tutupnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini