Disebut Sebagai Obat Corona, Dexamethasone Dijual Murah di Apotek

Kamis, 18 Juni 2020 14:09 Reporter : Arie Sunaryo
Disebut Sebagai Obat Corona, Dexamethasone Dijual Murah di Apotek Apotek jual Dexamethasone. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Belakang beredar kabar ditemukannya obat anti virus corona atau Covid-19 bernama Dexamethasone. Para peneliti di Universitas Oxford, Inggris, mengatakan, mereka memiliki bukti kemanjuran obat yang mudah ditemukan di Indonesia tersebut.

Pantauan merdeka.com di sejumlah apotek di Solo menyebutkan hampir di seluruh apotek menjual obat tersebut. Selain mudah didapatkan, obat tersebut juga sangat terjangkau.

"Dexamethasone ini sudah lama kami jual. Tapi belinya terbatas, tidak boleh beli banyak," ujar Irawati, petugas Apotik Wahyu Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (18/6).

Menurut dia, obat tersebut selama ini digunakan masyarakat untuk mengurangi peradangan dalam berbagai kondisi. Pihaknya menjual obat tersebut dengan harga yang sangat murah.

"Ini satu strip isi 10 tablet, harganya hanya Rp 1.500. Biasanya diminum sehari 2 kali, 1 tablet," katanya.

Irawati mengaku hingga saat ini belum banyak masyarakat yang membeli obat tersebut. Ia menduga masyarakat belum tahu kalau obat tersebut ramai diperbincangkan di KA kalangan peneliti dan masyarakat.

Larasati, warga Klaten sempat membeli obat tersebut di Apotik Wahyu Sehat. Namun dia mengaku bukan untuk mengobati gejala atau orang yang sudah terpapar Covid-19.

"Kemarin liat di media, katanya ini obat Covid-19, bisa menyembuhkan Corona. Jadi saya penasaran, pingin beli saja," katanya.

Dikutip dari Antara, para peneliti dari Universitas Oxford memberikan dexamethasone kepada lebih dari 2.000 pasien COVID-19 yang sakit parah dalam sebuah uji coba klinis bernama RECOVERY (evaluasi acak pengobatan COVID-19) untuk mengetes potensi pengobatan COVID-19 termasuk menggunakan dexamethasone dosis rendah.

Hasilnya, dexamethasone yang diberikan secara oral dan lewat infus selama 28 hari mampu mengurangi risiko kematian hingga 35 persen pada pasien dengan bantuan ventilator.

Obat ini juga mampu mengurangi kematian hingga 20 persen pada pasien yang butuh asupan oksigen. Namun tampaknya tidak membantu pasien yang sakitnya tidak terlalu parah. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini