Disebut Presiden BEM paling cantik se-Indonesia, ini kata Nyoman

Rabu, 30 Oktober 2013 14:37 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Disebut Presiden BEM paling cantik se-Indonesia, ini kata Nyoman Nyoman Anjani. ©2013 Merdeka.com/Andrian Salam

Merdeka.com - Rambutnya semampai, senyumnya lebar, kulitnya putih membuat Nyoman Anjani mudah dikenali. Itu tak lain juga karena kampus teknik tertua di Tanah Air itu kini dipimpin seorang presiden cantik. Nyoman adalah mahasiswi jurusan teknik mesin angkatan 2009. Ia kini diamanatkan untuk memimpin ITB menjadi Ketua Kabinet Keluarga Mahasiswa (K3M) ITB periode 2013/2014.

Beberapa hari ke belakang Nyoman pernah menjadi perbincangan. Dalam satu thread forum di dunia maya, disebutkan bahwa Nyoman adalah Presiden BEM paling cantik se-Indonesia. Maklum saja jarang orang secantik Nyoman berani memimpin organisasi kemahasiswaan, apalagi sekaliber kampus bekas Soekarno ini.

Nyoman angkat bicara ikhwal tersebut. Ia mengakui dampak dari thread itu dijadikan perbincangan se kampusnya. Sebagai seorang pemimpin, menurut dia banyak yang menyebut bahwa thread tersebut mengeksploitasi sosok Nyoman.

"Itu saya tahunya pagi, tapi ini terus jadi perbincangan sepanjang hari, karena banyak desakan untuk dihapuskan, akhirnya thread itu hilang di malam harinya," cerita Nyoman. Secara pribadi ia memang merasa malu, apalagi foto yang diposting ialah foto ketika santai.

"Masa kampus saya pasti heboh lah," katanya. Ia merasa sebagai pemimpin merupakan representasi ITB. Sehingga wibawa itu harus tetap ada. Tapi ia tak pernah menyesali apa yang sudah terjadi.

"Kalau saya pribadi jujur malu, tapi ya sudah itu cuma untuk lucu-lucuan saja kok, gak terlalu dibawa ke hati, wayahna (ya sudahlah)," ungkapnya tersenyum. Dia tidak mau ambil pusing, yang pasti ia harus tetap menyuarakan pemimpin itu gender bukanlah jaminan.

Nyoman mengajukan diri menjadi Ketua KM ITB karena memang memiliki keyakinan bisa menjalankan amanah dari seluruh mahasiswa ITB yang terkenal cukup heterogen dan kritis. Selama kurang lebih enam bulan menjabat belum ada pengalaman buruk menimpanya, seperti melecehkan kapasitas seorang perempuan.

"Dilecehkan secara eksplisit saya gak pernah. Tapi saya orang yang enggak pernah gubris sih. Apalagi kalau udah bawa gender. Ini bukan jaminan," tutur cewek yang mengaku masih single ini.

Bahkan sebaliknya, ia tak jarang mendapat timbal balik positif. "Memuji iya malah Alhamdulillah. Saya sering diceritakan banyak teman dan banyak yg terinspirasi, mereka terutama perempuan agar bisa jadi pemimpin. Oke saya bisa melakukan sesuatu itu yang saya inginkan. saya ingin adik-adik saya juga berani mengambil keputusan untuk pemimpin. Gak peduli dia cewek atau umurnya berapa," ungkapnya yakin. [war]

Topik berita Terkait:
  1. Aktivis
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini