Direksi RS sebut ada keanehan surat visum Setnov yang dibuat Bimanesh

Senin, 16 April 2018 14:23 Reporter : Ahda Bayhaqi
Direksi RS sebut ada keanehan surat visum Setnov yang dibuat Bimanesh Dokter Bimanesh mendengar keterangan saksi. ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Direktur RS Medika Permata Hijau, Hafil Budianto Abdulgani mengatakan jajaran direksi KPJ Healthcare mempermasalahkan visum et repertum (VeR) atau pemeriksaan medis yang dibuat oleh Bimanesh Sutarjo kepada Setya Novanto. Ada keanehan dalam VeR itu. Sebab, dalam visum tersebut tidak sesuai dengan kop dan nomor surat yang digunakan.

Hal itu disampaikan ketika persidangan perintangan penyidikan dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo. Menurut Hafil, dalam pertemuan rutin pada 2 Desember 2017, direksi meminta Bimanesh memberikan penjelasan terkait visum tersebut.

"Mengenai kop surat dan nomor surat. Karena kop surat tidak sesuai dengan kop surat yang kita gunakan. Surat visum tidak sesuai dengan surat visum yang biasa diterbitkan di rumah sakit," ujar Hafil kepada Ketua Majelis Hakim Saifuddin Zuhri di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (16/4).

Hafil menjelaskan, lambang dalam kop tersebut berbeda dengan yang saat ini dipakai. Begitu pula dengan nomor visum yang tidak berurutan dengan visum yang dikeluarkan sebelumnya.

"Direktur prihatin dengan dokumen yang keluar yang tidak sesuai. Dan menanyakan hal tersebut ke Bimanesh melalui saya," kata dia.

Lebih lanjut dia menuturkan, visum tersebut merupakan permintaan Polsek setempat. Visum itu ditandatangani oleh Bimanesh lengkap dengan gelar spesialisasi dan pangkat Bimanesh saat di kepolisian. Pangkat di kepolisian tersebut tidak dipermasalahkan oleh jajaran direksi.

"Seingat saya lengkap gelar dokter Bimanesh Sutarjo dan Kombes Polri dalam kurung P," kata dia.

Visum tersebut berisikan penjelasan luka Setya Novanto dari bagian kepala, lengan, dan leher. Berikut dengan lampiran foto yang memperkuat penjelasan. Kepada hakim, Hafil menolak membeberkan isi visum lantaran tidak dalam kapasitasnya untuk menilai rekam medis seseorang.

"Saya tidak berwenang ini untuk berargumentasi. Intinya bahwa isi visum tersebut adalah hanya ada foto memperkuat," kata dia.

Diketahui sebelumnya, Bimanesh Sutarjo dan kuasa hukum Setya Novanto saat itu, Fredrich Yunadi, diduga bersama-sama melakukan upaya perintangan penyidikan terhadap Novanto kala menjadi tersangka dan buronan KPK. Bimanesh disebut melakukan upaya memalsukan perawatan mantan Ketum Golkar itu usai mengalami kecelakaan menabrak tiang.

Atas perbuatannya, Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini