Dipta Anindita, sosok putri Solo yang penuh misteri

    Reporter : Lia Harahap | Minggu, 3 Februari 2013 07:03
    Dipta Anindita, sosok putri Solo yang penuh misteri
    balai kota solo. wikipedia.org/Bennylin

    Merdeka.com - Nama Putri Solo 2008, Dipta Anindita, tiba-tiba saja jadi perbincangan hangat. Bukan karena prestasinya mempromosikan kawasan wisata di Solo melainkan karena dicegah oleh Imigrasi atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-JalanDia memang bukan sedang menjadi tersangka kasus korupsi. Namun Dipta diduga turut menerima aliran dana dari seorang tersangka korupsi. Siapa itu?

    Rupanya Dipta dicegah untuk tersangka kasus korupsi pengadaan Simulator SIM di Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo. Tidak jelas seperti apa hubungan gadis cantik itu dengan sang Jenderal Korps Bhayangkara.

    Selama kasus ini bergulir sejak Agustus 2012 lalu, nama Dipta tak pernah tersebut. Sekalinya muncul bahkan KPK mengaku telah meminta keterangan Dipta atas kekayaan Irjen Djoko yang diduga sebagai suaminya. Besar kemungkinan Djoko menyamarkan harta hasil tindak pidana korupsi yang dilakukan dengan cara menyembunyikannya di rekening istrinya.

    Tim kuasa hukum Djoko belum berbicara soal sosok Dipta. Hanya saja jika dilihat dari perawakannya, tentu usia Dipta jauh lebih muda bila disebut sebagai istri Djoko.

    Dari hasil penelusuran merdeka.com, Dipta memang sudah tak aktif dengan kegiatannya sebagai putri Solo. Sebulan setelah dinobatkan sebagai Putri Solo 2008, Dipta justru menghilang hingga Paguyuban Putra-Putri Solo (PPS) kelabakan dan melimpahkan tugas tersebut ke finalis PPS lainnya.

    Pembina Paguyuban PPS Febri Dipo Kusumo kepada merdeka.com mengaku sangat kecewa atas sikap Dipta tersebut. Akibatnya Paguyuban PPS terpaksa menarik seluruh atribut termasuk mahkota PPS yang pernah disematkan.

    "Dia itu sebenarnya anaknya cantik, pintar, baik, dan punya kemampuan. Tapi karena dia tidak memenuhi kewajibannya, ya terpaksa kita minta kembali," ujar Febri ketika dihubungi merdeka.com, Jumat (1/2).

    Beberapa teman finalis Putra - Putri Solo juga mengaku tak mengetahui ke mana Dipta pergi.

    "Dipta itu seharusnya ikut maju ke pemilihan putra putri Jawa Tengah. Tapi dia enggak mau ikut. Teman-teman juga enggak ada yang tahu, ke mana perginya. Ada yang bilang Dipta tinggal di luar negeri, di Belanda atau Paris," ujar juara ketiga Putri Solo 2008, Citra Ratna Amelia Sabary.

    Di matanya, Dipta yang menjadi juara berpasangan dengan Agus Prakosa adalah pribadi yang baik dan murah hati. Kebaikannya tersebut sering disalahgunakan teman-temannya yang tidak bertanggung jawab.

    Sebelum menghilang sejak 2008, Dipta pernah mengemukakan tidak mau maju pemilihan Putra-Putri Jawa Tengah.

    "Dia takut tidak bisa melaksanakan tugas-tugas sebagai Putri Solo yang dinilainya berat. Makanya dia tidak mau maju ke tingkat provinsi," katanya.

    Di Solo, Dipta tinggal bersama keluarganya di daerah Sukoharjo, Jawa Tengah. Dipta dan keluarga menempati sebuah rumah berukuran cukup besar.

    "Di rumah itu memang nggak banyak yang tinggal. Hanya pembantu. Dipta sudah kira - kira 4 tahun nggak kelihatan. Kalau ayahnya kan di luar negeri, adiknya masih kuliah di Yogya," ujar Yayuk (60), tetangga Dipta.

    Hingga kini, belum ada titik terang di mana Dipta berada. Termasuk statusnya apakah dia istri sah Irjen Djoko atau hanya rekan biasa.

    [lia]

    Rekomendasi Pilihan

    KUMPULAN BERITA
    # Cicak Buaya II

    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE