Diperketat, Ini Syarat WNI yang Mau Pulang ke RI dari Luar Negeri

Selasa, 29 Desember 2020 15:38 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Diperketat, Ini Syarat WNI yang Mau Pulang ke RI dari Luar Negeri puluhan jamah umroh di karantina. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melarang Warga Negara Asing (WNA) masuk wilayah Indonesia mulai tanggal 1-14 Januari 2021. Larangan ini diatur dalam Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 No 4 Tahun 2020 untuk mencegah penularan varian virus Corona baru B.1.7.1 atau SARS-COV-2.

Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Cecep Herawan menegaskan, hanya WNA saja yang dilarang datang ke Indonesia. Para WNI yang akan kembali ke Indonesia masih diperbolehkan, tidak dilarang. Namun prosesnya diperketat. Hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011.

Selain itu, regulasi baru ini juga melengkapi SE nomor 3 tentang pelaku perjalanan luar negeri dalam skala lebih terbatas, yakni memperketat pengawasan kedatangan pelaku perjalanan Eropa dan Australia, sekaligus melarang WNA Inggris masuk ke Indonesia.

Ada beberapa ketentuan yang telah ditetapkan oleh Satgas penanganan Covid-19 untuk para WNI yang akan kembali ke Indonesia. Yang pertama, para pelaku perjalanan WNI dari seluruh negara asing yang memasuki Indonesia, baik secara langsung maupun transit di negara asing, harus menunjukkan hasil tes PCR negatif di negara asal.

"Test tersebut harus dilakukan dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia," kata Cecep saat konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa (29/12).

Kemudian, setibanya di Tanah Air, para WNI itu harus melakukan tes ulang RT-PCR di bandara pada saat kedatangan. Setelah tes PCR dan hasilnya negatif, maka para pelaku perjalanan itu wajib dikarantina selama 5 hari.

"Mereka wajib melakukan karantina di fasilitas yang ditentukan pemerintah, jadi tidak di tempat (yang dipilih) sendiri. Jadi, mereka bisa masuk (ke Indonesia) tapi protokol kesehatan tetap diterapkan dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Sementara itu, bila hasil tes PCR-nya positif, maka mereka wajib menjalani perawatan di rumah sakit dengan biaya ditanggung oleh pemerintah.

"Pemerintah telah menyediakan 17 hotel dengan kapasitas 3.570 kamar sebagai tempat isolasi mandiri," kata Cecep.

Baca Selanjutnya: WNA Khusus Boleh Masuk...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini