Diperiksa Polisi, Pemberi Info Server Polri Dibobol Heran Cuitannya Disebut Hoaks

Jumat, 26 Juni 2020 09:18 Reporter : Merdeka
Diperiksa Polisi, Pemberi Info Server Polri Dibobol Heran Cuitannya Disebut Hoaks Ilustrasi hacker. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Founder of Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto yang merupakan pemilik akun Twitter @secgron mengaku telah menemui penyidik Bareskrim Polri pada 17 Juni 2020 terkait cuitan informasi server data anggota Polri telah dibobol hacker.

"Didampingi 3 orang pengacara dari Tordillas, baru saja selesai bertemu dgn perwakilan tim Cyber Crime Polri di lantai 15 Mabes. Saya memberikan beberapa informasi terkait kasus kebobolan ini, tak lupa juga memberikan beberapa masukan untuk menghindari kejadian ini terulang kembali," tulis Teguh seperti dikutip pada Jumat (26/6).

Teguh pun mempertanyakan respon Polri yang menyebut informasinya pada 15 Juni 2020 adalah berita bohong alias hoaks. Saat mendatangi penyidik, dia membawa sejumlah bukti kuat aksi peretasan yang terjadi terhadap data anggota Polri.

"Juga baru membaca konfirmasi terbaru dari Polri bahwa mereka membantah dan menyebut kebobolan ini hoax. Kemarin pelaku yang juga pembuat thread di forum tersebut menghubungi saya dan memberikan bukti tambahan dalam bentuk video. Saya memastikan kabar kebobolan ini adalah benar," tulisnya.

Selain kepada Polri, kritik Teguh turut menyasar ke Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) yang sempat memberitakan bahwa informasinya adalah hoaks. Hal itu ditulisnya pada 20 Juni 2020.

"Per hari ini, @kemkominfo sudah menghapus pernyataan di web mereka yang menyebut informasi terkait bocornya data anggota Polri yang saya sampaikan sebagai hoaks. Sebelumnya bisa diakses melalui link berikut : https://kominfo.go.id/content/detail/27179/hoaks-seseorang-mengklaim-sudah-berhasil-membobol-data-seluruh-anggota-polri/0/laporan_isu_hoaks… Well done @kemkominfo," cuit Teguh.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, Polri membantah adanya informasi bahwa server website kepolisian Indonesia yang berisikan data seluruh anggota dibobol peretas atau hacker.

"Gak ada," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Senin 15 Juni 2020.

Argo menegaskan bahwa kabar tersebut tidak terbukti kebenarannya. Sejauh ini kondisi server masih dalam penguasaan Polri.

"Ya (tidak terbukti)," kata Argo.

Kabar pembobolan server tersebut disampaikan oleh akun twittter @secgron. Dalam cuitannya, dilampirkan juga hasil peretasan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal tersebut.

"Halo @DivHumas_Polri saatnya berbenah. Seseorang mengklaim sudah berhasil membobol data seluruh anggota Polri. Orang ini kemudian dengan mudahnya bisa mengakses, mencari dan mengganti data anggota Polri tersebut. Contohnya ini, baru mutasi ke Densus 88 eh datanya udah bocor," tulis akun Twitter tersebut.

Bahkan, diinformasikan bahwa akses ke aplikasi untuk mengakses dan mengganti data tersebut dijual seharga $1.200 USD atau setara dengan Rp17 juta. Sementara untuk informasi bug pada aplikasi tersebut dijual seharga $2.000 USD atau setara Rp28,5 juta.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com [fik]

Baca juga:
Akun Facebook Istri Wali Kota Samarinda Diretas, Minta Uang Bermodus Sumbangan
CEK FAKTA: Hoaks Informasi Hacker Membobol Data Internal Polri
Laboratorium Vaksin Covid-19 Disebut Rentan Peretasan
Polisi Pastikan Server Berisi Data Seluruh Anggota Tak Dibobol
Google Ungkap Hacker Tiongkok dan Iran Retas Kampanye Capres AS
Awas, Hacker Coba Retas Pengguna WhatsApp Dengan Menyamar Jadi Teknisi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini