Diperiksa KPK, Ganjar Mengaku Ditanya Proses Penganggaran e-KTP

Jumat, 10 Mei 2019 15:09 Reporter : Merdeka
Diperiksa KPK, Ganjar Mengaku Ditanya Proses Penganggaran e-KTP Ganjar Pranowo. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, selesai menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selama pemeriksaan, Ganjar mengaku ditanya aliran dana proyek KTP elektronik (E-KTP) di mana saat itu dirinya menjabat sebagai pimpinan Komisi II DPR RI.

"Jadi tadi pertanyaannya bukan keterlibatan (saya) kok, anggaran proses, proses biasa saja. Dari sini ke mana ke mana," kata Ganjar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (10/5).

Ganjar menjelaskan, saat di Komisi II pihaknya banyak bekerjasama dengan sejumlah mitra. Hal itu dilakukan untuk mengubah atau mengoptimalisasikan anggaran di Banggar.

"Mesti setiap komisi dengan mitranya menyampaikan itu dan dari kementerian berkaitan dengan E-KTP itu ada, saya lupa persisnya sekitar 190 sekian kabupaten mesti mencetak itu sehingga butuh tambahan," jelas Ganjar.

Setelah selesai dirapatkan bersama kementerian terkait, data detilnya lalu diterima Komisi II untuk kemudian diajukan ke Banggar dan ditindaklanjuti.

"Jadi prosesnya gitu," tutur dia.

Sebelumnya, KPK menegaskan pemanggilan Ganjar atas kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek E-KTP yang menjerat politikus Partai Golkar, Markus Nari.

"Yang bersangkutan (Ganjar Pranowo) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi.

Febri menjelaskan, pemeriksaan terhadap Ganjar dilakukan sebab saat proyek e-KTP bergulir Ganjar merupakan pimpinan Komisi II DPR.

Selain Ganjar, Bupati Morowali Aptripel Tumimomor juga dipanggil KPK atas kasus yang sama, dalam melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Markus Nari. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini