Diperiksa kasus Pelindo II di KPK, adik Bambang Widjojanto bungkam

Kamis, 24 Maret 2016 10:42 Reporter : Yunita Amalia
Diperiksa kasus Pelindo II di KPK, adik Bambang Widjojanto bungkam Haryadi Budi Kuncoro diperiksa KPK. ©2016 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Haryadi Budi Kuncoro, Senior Manager Peralatan PT Pelindo II dan Pj. Direktur Utama PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI), hari ini memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Haryadi yang tidak lain adik kandung mantan wakil ketua KPK, Bambang Widjojanto, enggan berkomentar apa-apa setibanya di gedung KPK.

"Yang bersangkutan hadir untuk diperiksa sebagai saksi terkait Tindak Pidana Korupsi pengadaan QCC (Quay Container Crane) di Pelindo, dengan tersangka RJL," kata Pelaksana harian Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati, Kamis (24/3).

Haryadi tiba di gedung KPK sekitar pukul 10.15 WIB. Dia sama sekali tidak mau menjawab cecaran pertanyaan awak media. Dia memilih bergegas masuk ke dalam ruang steril KPK.

Terkait kasus Pelindo, Haryadi ditetapkan sebagai tersangka di badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Bedanya dengan kasus yang ditangani KPK adalah pengadaan barangnya. Jika Bareskrim Mabes Polri menangani pengadaan mobile crane, sedangkan KPK menangani pengadaan Quay Crane.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Dirut PT Pelindo RJ Lino sebagai tersangka pada Jumat 18 Desember lalu. Penetapan Lino sebagai tersangka merupakan hasil dari pengembangan dari laporan masyarakat kemudian naik ke penyelidikan dan dilakukan pendalaman.

RJ Lino diduga memperkaya diri ataupun koorporasi dengan menunjuk secara langsung perusahaan asal Hong Kong dalam pengadaan QCC. Atas perbuatannya Lino disangkakan Pasal 2(1) dan atau Pasal 3 Nomor 31 Tahun 1999 Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini