Dipenjara, Eep Hidayat justru berterima kasih

Rabu, 11 Juli 2012 01:11 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Dipenjara, Eep Hidayat justru berterima kasih Eep Hidayat. merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Bupati Subang Eep Hidayat sudah sejak Maret lalu menjadi tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung. Namun Eep justru berterima kasih atas fitnah yang selama ini ditudingkan kepada dirinya.

Terpidana perkara korupsi biaya pungut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Subang 2005-2008 senilai Rp 14 miliar masih saja menyangkal dan menyebut dirinya hanyalah korban fitnah.

Hal itu disampaikan Eep usai pembacaan memori Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jalan Martadinata, Selasa (10/7).

"Di penjara ini saya justru bisa berbuat baik. Atas fitnah ini saya sampaikan terima kasih. Karena pahala yang memfitnah akan beralih ke yang difitnah, selain itu dosa saya juga berkurang," terangnya.

Dengan begitu politikus PDI Perjuangan itu yakin bahwa PK-nya bisa dikabulkan majelis hakim. Pasalnya, dia punya bukti baru (novum) berupa surat Kemendagri Nomor 973/1185/2012 pada 3 April 2011 tentang penjelasan biaya pungut PBB.

Dalam surat ini, BP PBB bisa menjadi insentif bagi bupati dan jajaran PNS bawahan bupati. Surat ini otomatis membatalkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) bahwa BP PBB tidak bisa jadi insentif. "Saya sangat yakin, kan saya sudah miliki novum," tandasnya.

Usai pembacaan memori PK, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Firdaus meminta waktu satu minggu untuk menanggapi PK Eep. Selanjutnya hakim akan melanjutkan sidang pada Selasa 17 Juli 2012.

Seperti diketahui, Eep Hidayat oleh PN Bandung divonis bebas dalam kasus korupsi BP PBB Kabupaten Subang, namun dinyatakan bersalah oleh vonis kasasi MA yang menjatuhkan hukuman lima tahun penjara, denda Rp 200 juta, dan uang pengganti Rp 2,548 miliar. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Eep Hidayat
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini