Dipastikan ODGJ, Penyayat Leher Perawat di Bandara Soekarno-Hatta Tak Diproses Hukum

Selasa, 16 Maret 2021 13:30 Reporter : Kirom
Dipastikan ODGJ, Penyayat Leher Perawat di Bandara Soekarno-Hatta Tak Diproses Hukum Ilustrasi borgol. shutterstock

Merdeka.com - Alami gangguan jiwa berat, Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno-Hatta, membebaskan sanksi pidana terhadap RA (19), pelaku penganiayaan terhadap perawat di terminal 2 Bandara Soetta, pada Jumat (22/2) lalu.

Sebelumnya, pria yang pernah menjalani perawatan di RSJ Yayasan Dhira Suman Tritoha, Serang, Banten berinisial RA, melakukan penganiayaan terhadap seorang perawat Deri Winanto menggunakan pisau cukur.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho menerangkan bahwa, yang bersangkutan dinyatakan mengalami gangguan jiwa atau gila. Hal itu, dibuktikan dari hasil observasi yang dilakukan tersangka di Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan Grogol selama 15 hari.

"Di visum et repertum psikitarium hasilnya, tersangka mengalami gangguan jiwa berat yang memerlukan perawatan berkelanjutan," ucap Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander di Mapolres Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (16/3).

Dengan bukti tersebut, kata Alex, tersangka RA kemudian dibebaskan dari jerat hukum dan akan dikembalikan ke keluarganya untuk diawasi secara ketat.

Hari ini dijadwalkan, penyidik Polresta Bandara Soekarno-Hatta juga akan melakukan gelar perkara untuk mencapai kepastian hukum dari perkara yang ditanganinya itu.

"Kalau terganggu kejiwaannya, melalui mekanisme gelar perkara akan dihentikan penyidikan," jelas dia.

Senada dengan pembebasan sanksi pidana itu lanjut Alexander, korban atas nama Deri Winanto, juga telah mencabut Laporan Polisi.

"Untuk dari korban sudah mencabut laporan," jelas Alexander. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini