Dipanggil sebagai Tersangka Korupsi, 5 Anggota DPRD Tapteng Mangkir

Kamis, 29 November 2018 16:38 Reporter : Yan Muhardiansyah
Dipanggil sebagai Tersangka Korupsi, 5 Anggota DPRD Tapteng Mangkir ilustrasi korupsi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Lima anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mangkir dari panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kamis (29/11). Mereka seharusnya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi biaya perjalanan dinas.

Berdasarkan informasi dihimpun, kelima tersangka yang mangkir masing-masing AR, SG, HN, JS dan JLS. "Kelima tersangka meminta agar pemeriksaan diundur sampai akhir tahun," kata Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Kamis (29/11).

Kelima tersangka beralasan, saat ini DPRD banyak menggelar sidang paripurna dan agenda lain yang harus mereka hadiri. Namun, Nainggolan menyatakan, penyidikan tetap akan dilanjutkan. Para tersangka akan kembali dipanggil.

"Pedoman kita kepentingan penyidikan, bukan kepentingan orang per orang," ungkapnya.

Lima anggota DPRD Tapteng ini disangka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 655.924.350. Selain ada perjalanan fiktif, mereka diduga telah menggelembungkan biaya perjalanan dinas ke luar daerah pada 2016 dan 2017.

Para saksi terdiri dari PNS hingga manajemen hotel di Medan, Samosir, Tarutung, Jakarta, Bandung, dan Manado. Sejumlah barang bukti, berupa surat perintah perjalanan dinas, tanda terima uang, tagihan hotel dan buku registrasi, telah diamankan.

Kelimanya disangka telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana. Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik memeriksa 49 saksi.

Baca juga:

Ekspresi Wajah Tiga Tersangka Suap Saat Jalani Pemeriksaan di KPK
Bela Prabowo, PKS Bilang Korupsi Stadium 4 Bukan 'Nyindir' Pemerintah
Partai Berkarya: Tuduhan Soeharto Guru Korupsi Fitnah Keji dan Hoaks
Kasus Suap PLTU Riau, Idrus Marham Kembali Diperiksa KPK
Moeldoko Tanggapi Prabowo: Korupsi Ada di Pemda Bukan Pusat
Soeharto Disebut Guru Korupsi, Partai Berkarya akan Polisikan Ahmad Basarah
Sempat Bebas, Eks Bupati Pelalawan Divonis MA 18 Bulan Penjara [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini