Dipaksa pasang alat pijat di bokong, siswi SMP syok berat

Kamis, 26 November 2015 20:16 Reporter : Irwanto
Dipaksa pasang alat pijat di bokong, siswi SMP syok berat Ilustrasi Pelecehan Seksual. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Lantaran dipaksa dipasang alat pijat di bokong oleh sales, siswi kelas VII SMP di Palembang berinisial ND (13), mengalami syok berat. ND baru sadar dia menjadi korban pencabulan.

Menurut ibu korban, Sri (39), dari pengakuan ND, tersangka Belly Ariansyah (21) mengetuk pintu rumahnya. ND sempat memberitahu bahwa orangtuanya tidak berada di rumah. Namun, tersangka Belly ngotot masuk untuk menjajakan produknya.

Di dalam rumah, tersangka memaksa korban untuk mempraktekkan alat pijat itu. Beberapa kali menolak, ND akhirnya mau saja membuka celananya seperti yang diperintahkan.

"Celana anak saya sudah dipelorotkan. Dia (tersangka) memaksanya terus. Mungkin karena di rumah lagi sepi," ungkap Sri saat memberikan keterangan di Mapolsek Kalidoni Palembang, Kamis (26/11).

Beruntung, Sri tiba di rumah saat tersangka berusaha menempelkan alat itu ke bokong anaknya. Sri menyuruh ND kembali menaikkan celananya.

"Kalau sudah terbuka seperti itu, bukan lagi terapi. Saya sempat marah-marah. Dia (tersangka) langsung kabur," ujarnya.

Akibat kejadian itu, Sri mengatakan, anaknya yang masih duduk di bangku SMP itu kini mengalami syok berat.

"Anak saya sekarang masih syok, sekarang lebih banyak diam saja," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Belly Ariansyah (21), warga asal Kayuagung, Ogan Komering Ilir, memaksa memasang alat yang ditawarkannya itu di bokong siswi SMP berinisial ND (13) saat rumahnya di Jalan Purwosari V, RT 49, RW 10, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Rabu (25/11) sore, dalam keadaan sepi.

Beruntung, aksinya dipergoki ibu korban yang baru saja pulang. Ibu korban marah besar melihat celana anaknya hampir melorot. Sri menanyakan maksud pelaku berbuat demikian.

Betapa kagetnya begitu jawaban dari rekan pelaku bahwa alat itu tidak semestinya ditempel di bokong. Merasa dicurigai, pelaku Belly meninggalkan lokasi dan memilih menawarkan produk itu ke rumah warga yang lain. Setelah beberapa jam dicari, pelaku akhirnya ditemukan.

Warga pun beramai-ramai menghajar pelaku hingga babak belur dan diserahkan ke polisi. Tersangka Belly mengakui dirinya memaksa untuk memasangkan alat terapi di bokong korban. Tersangka juga menyuruh korban menutup pintu agar tidak terlihat orang lain. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pelecehan Seksual
  3. Pencabulan
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini