Dinsos Kesulitan Bina Terapis Pijat Plus-Plus karena Banyak Backing

Senin, 1 Juli 2019 10:15 Reporter : Kirom
Dinsos Kesulitan Bina Terapis Pijat Plus-Plus karena Banyak Backing 17 terapis panti pijat plus diamankan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan, mengaku belum sanggup melakukan pembinaan terhadap wanita terapis penjaja jasa seks yang diamankan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangsel beberapa waktu lalu. Saat ini, Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan, memiliki satu rumah singgah, untuk menampung dan membina penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), orang dengan gangguan jiwa, (ODGJ), orang terlantar dan wanita tuna susila.

"Rumah singgah kita bisa, harusnya siap. Tetapi agak repot. Karena saat kemarin kita antar (terapis) ke Panti di Bambu Apus saja ada yang mengikuti, itu oknum. Karena yang mem-backingi mereka ini banyak," ucap Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman, Senin (1/7).

Sebelumnya diberitakan, terjaring razia 13 terapis panti pijat di Tangerang, direhabilitasi di panti sosial. 13 terapis berkedok usaha pijat kesehatan yang terjaring operasi itu, diamankan setelah tertangkap tangan Satpol PP Tangsel, menjajakan layanan seks kepada pelanggannya.

Menurut Lukman, penjagaan di rumah singgah milik Dinsos Tangsel, yang berada di Kecamatan Setu, belum terlalu kuat. Sehingga rentan untuk didatangi oknum yang mempunyai kepentingan atas wanita terapis yang diamankan.

"Pengamanan kita masih standar, hanya satpam. Kalau pengamanan kuat, penjagaan khusus, mungkin kami bisa. Karena kalau seperti itu, oknum ormas, oknum OKP, dan oknum lain meminta bantuan. Bukan saja menelepon tetapi mendatangi, jadi kami menjaga itu," ucap Wahyu.

Ditegaskan Wahyu, Dinas Sosial Kota Tangsel, selalu memberikan pembinaan dan pelatihan, jika mendapati wanita PSK yang dititipkan di rumah singgah.

"Kalau pembinaan dan pelatihan itu pasti, yang sikat (menertibkan) itu satpol PP, kami hanya membina dan memberikan pelatihan keterampilan agar mereka tidak kembali," ucap dia.

Wahyu mengaku, bekal keterampilan yang diberikan kepada wanita PSK yang terjaring termasuk diantaranya, adalah keterampilan memijat.

"Pelatihan macam-macam, intinya meningkatkan keterampilan mereka agar siap bermasyarakat secara baik. Kemampuan usaha kecil, berjualan gorengan, menjahit, memasak juga massage. Tetapi bukan malah pijat plus-plus," ucapnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Pijat Plus
  2. Prostitusi
  3. Tangerang
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini