Dinilai Wanprestasi Proyek Properti, Rachmawati Soekarnoputri Dilaporkan ke Polisi

Senin, 21 Januari 2019 16:16 Reporter : Moch. Andriansyah
Dinilai Wanprestasi Proyek Properti, Rachmawati Soekarnoputri Dilaporkan ke Polisi Rachmawati Soekarnoputri lapor ke DPR. ©2017 Merdeka.com/m luthfi rahman

Merdeka.com - Rachmawati Soekarnoputri dilaporkan sejumlah customer PT Penta Berkat, perusahaan pengembang konduminum dan hotel ke Polda Jawa Timur. Adik kandung Megawati Soekarnoputri diduga telah melakukan penipuan.

Rachmawati dilaporkan dalam kapasitasnya sebagai komisaris utama PT Penta Berkat. Perusahaan itu menjanjikan kondotel kepada sekitar 30 orang pelanggannya.

Kuasa hukum para korban, Barlian Ganesi, menceritakan asal-muasal kasus. Medio 2013 silam, terjadi kerjasama jual beli kondotel antara PT Penta Berkat dengan sekitar 30 orang customer di Kota Batu, Jawa Timur.

"Perjanjiannya dibangun tahun 2013 dan akan diserahkan tahun 2016," kata Barlian saat mendampingi para korban di kantor SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Mapolda Jawa Timur, Senin (21/1).

Dalam perjanjian itu, pembelian tahap awal, harga kondotel per unitnya dibandrol Rp 400 juta. Sementara bagi customer yang membeli kondotel tahap dua, harganya naik dua kali lipat menjadi Rp 800 juta.

Dari perjanjian ini, sebagian korban sudah membayar lunas per unit kondotel yang diinginkan. Sebagian lagi baru membayar sebagian ke PT Penta Berkat.

"Total ada sekitar 30 customer."

rachmawati dilaporkan ke polda jatim

Tapi ternyata, lanjutnya, hingga memasuki tahun 2019, kondotel belum juga dibangun dan masih berupa lahan. "Kerugian korban Rp 7 miliar rupiah," aku Barlian.

Selain Rachmawati, para korban juga melaporkan Dirut PT Penta Berkat, Fadlan Muhammad dan dua orang lainnya. "Ada juga Michael dan Adi Sasongko,” sebutnya.

Kuasa hukum korban yang lain, Nuning Tyas menjelaskan, sebelum melapor ke polisi, para korban juga sudah melayangkan dua kali somasi, baik kepada Rachmawati maupun Fadlan.

"Fadlan tak merespons sama sekali," kata Nuning.

"Ibu Rachmawati menjawab, kalau dia juga melaporkan Fadlan di Polda Metro Jaya berkaitan dengan perkara ini karena juga mengalami kerugian sekitar Rp 5 miliar."

Korban merasa bingung lantaran Rachamawati mengaku sudah mengundurkan diri sebagai komisaris PT Penta Berkat pasca-perselisihannya dengan Fadlan pada 2017 lalu.

"Tapi surat pengunduran diri tidak dilampirkan di jawaban somasi," ungkap Nuning. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini