Dinilai Menghina Tatar Galuh, Ridwan Saidi Dituntut Minta ke Maaf Warga Ciamis

Sabtu, 15 Februari 2020 06:00 Reporter : Mochammad Iqbal
Dinilai Menghina Tatar Galuh, Ridwan Saidi Dituntut Minta ke Maaf Warga Ciamis Ridwan Saidi. ©2015 merdeka.com/dede rosyadi

Merdeka.com - Ratusan masyarakat Kabupaten Ciamis, Jumat (14/2) menggelar aksi unjuk rasa dan pernyataan sikap di alun-alun Ciamis. Aksi tersebut dilakukan karena Ridwan Saidi dianggap menghina sejarah Tatar Galuh.

Warga yang melakukan aksi turun ke jalan tersebut menyikapi perkataan Ridwan Saidi di kanal Youtube Macan Idealis. Di akun tersebut, Ridwan Saidi mengeluarkan pernyataan kontroversial dimana mengartikan kata galuh sebagai brutal dan menyebut di wilayah Ciamis tidak ada kerajaan.

Andi Ali Fikri, Koordinator lapangan aksi menyebut bahwa pihaknya merasa tidak nyaman atas ucapan Ridwan Saidi. “Kenapa harus memakai bahasa galuh itu brutal, Menurut referensi Armenia? Armenia yang mana? itu juga tidak disebutkan, tidak jelas," kata dia, Jumat (14/2).

Ia mengatakan bahwa Ridwan Saidi harus datang ke Ciamis untuk membuktikan pernyataannya tersebut. Andi menyebut bahwa di Kabupaten Ciamis banyak terdapat peninggalan Kerajaan Galuh.

“Jika Ridwan Saidi mengaku sebagai budayawan atu sejarawan seharusnya membuka ruang edukasi bagi masyarakat, bukan justru membuat kegaduhan dengan ucapan yang sangat menyinggung warga Ciamis. Kalau seperti ini akan membuat masyarakat gaduh dan tidak kondusif karena Ciamis dan Galuh sangat melekat hubungannya," kata dia.

Atas apa yang sudah diungkapkan tersebut, ia menyebut bahwa Ridwan Saidi harus segera meminta maaf kepada warga Ciamis jika merasa ucapannya tidak benar. Namun jika tidak ada klarifikasi dan permintaan maaf dari Ridwan Saidi, pihaknya akan melakukan langkah pelaporan kepada kepolisian.

Sementara itu, salah seorang budayawan Ciamis, Aip Syaripudin mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh Ridwan Saidi di kanal youtube Macan Idealis bukanlah urusan yang sepele. “Ucapan itu telah menyinggung harga diri warga Ciamis. Karena itu, beliau harus minta maaf ke masyarakat Tatar Galuh," katanya.

Selain sejumlah organ masyarakat, dalam aksi tersebut hadir Bupati dan Wakil Bupati Ciamis. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan Wakil Bupati Ciamis pun ikut ambil sikap atas pernyataan Ridwan Saidi mengenai Kerajaan Galuh dan Ciamis dengan menorehkan tanda tangan yang digalang massa aksi agar lelaki yang dikenal sebagai budayawan Betawi itu datang ke Ciamis dan meminta maaf atas pernyataannya.

Herdiat menjelaskan bahwa Kerajaan Galuh di Ciamis tidak muncul begitu saja, namun banyak ahli yang membuktikan keberadaannya. Atas dasar tersebut, ia pun memertanyakan dasar pernyataan Ridwan Saidi.

"Kita tidak ujug-ujug (tiba-tiba) ada (kerajaan) Galuh. Kita hasil penelitian, pengkajian para ahli, para profesor yang menelitinya juga. Banyak barang bukti peninggalan kerajaan Galuh," jelasnya.

Selain itu, Herdiat menyebut bahwa tidak ada warga Ciamis yang brutal, namun sebaliknya ia merasa bangga dengan keberadaan Galuh di Ciamis. Ia pun mengimbau kepada masyarakat Ciamis agar bersabar dan tidak melakukan aksi secara arogan dan brutal.

“Segala persoalan yang ada dapat diselesaikan melalui jalur hukum jika tak ada itikad baik dari Ridwan Saidi untuk meminta maaf. Kita tidak boleh arogan, tidak boleh brutal, kita tuntut secara hukum," tutupnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Pencemaran Nama
  2. Ciamis
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini