Dinamika Hidup New Normal di Indonesia Dipengaruhi Kedisiplinan Masyarakat

Rabu, 20 Mei 2020 21:28 Reporter : Bachtiarudin Alam
Dinamika Hidup New Normal di Indonesia Dipengaruhi Kedisiplinan Masyarakat Check Point Pengawasan PSBB. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Ketua Umum Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) Mahesa Paranadipa menggambarkan bahwa the new normal atau pola hidup baru masyarakat pasti akan terjadi dan mengubah habit (kebiasaan hidup) masyarakat.

"The New Normal mau enggak mau akan terjadi di Indonesia. Tapi pola dan dinamikanya akan sangat dipengaruhi pada kedisiplinan setiap orang," kata Mahesa saat dihubungi merdeka.com, Rabu (20/5).

Kemudian, dia menyebutkan bahwa the new normal akan merujuk pada perubahan habit (kebiasaan hidup) dalam situasi wabah Covid-19 saat ini. Seperti pemeriksaan suhu, menjaga jarak, kerja dan belajar dari rumah (WFH), menonton konser/hiburan secara online sampai belanja online.

"The new normal sudah pasti akan berubah dan akan memunculkan habit baru, terutama soal penggunaan masker dan menjaga jarak," ujarnya.

"Jika pada sektor industri, ketika new normal maka hal-hal yang harus dipersiapkan adalah penyediaan thermal scanning yang lebih efisien pengawasannya. Pemasangan pintu-pintu harus dirancang untuk meminimalisir sentuhan, penyemprotan disinfektan di tempat umum harus lebih sering, dan mengedepankan higienis," tambahnya.

Sedangkan, untuk di rumah sakit habit the new normal sudah lama diterapkan semenjak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan pedoman Covid-19.

"Habit itu sudah lama berjalan kalau di rumah sakit, seperti penunggu pasien dibatasi, ruang perawatan dipisah antara pasien suspek non Covid, pasien suspek Covid dan positif Covid, dan tidak ada lagi kunjungan pasien ke rumah sakit," tuturnya.

Oleh sebab itu, Mahesa meminta kepada pemerintah untuk lebih memberikan langkah-langkah kebijakan yang jelas terkait the new normal tersebut. Tujuannya adalah untuk meminimalisir dinamika kebijakan yang akan mempengaruhi persepsi publik.

"Dinamika kebijakan akan mempengaruhi persepsi publik. Persepsi publik yang masif akan mempengaruhi kepercayaan kepada pemerintah. Hal ini berbahaya di tengah perjuangan bersama melawan persebaran virus Covid-19," imbaunya.

1 dari 1 halaman

Cara Hidup New Normal di Indonesia

Sementara itu, Peneliti Center For Innovation and Governance (Cigo) Fia UI, Eko Sakapurnama memberikan catatan perkiraan jika masyarakat memulai perubahan dan terbiasa dengan the new normal.

"Selain protap yang sudah berlaku seperti pakai masker, cuci tangan. Pemerintah juga harus menyiapkan protokol setiap masing-masing sektor seperti pendidikan, dunia usaha, manufaktur, transportasi dan lain-lain," ujarnya.

Menurutnya, ke depan perubahan itu akan terjadi di beberapa sektor kehidupan seperti, restoran yang akan memakai bilik pelindung, pengecekan suhu menjadi wajib dan WFH akan menjadi permanen diterapkan perusahaan.

"Kemudian, seperti pabrik akan siapkan teknologi robotik, layanan jasa panggilan online semakin marak termasuk bengkel-bengkel. Dari segi kesehatan, telemedicine menjadi biasa dan masyarakat akan mulai sadar kebutuhan multivitamin, makanan yang sehat," sebutnya.

Dia menambahkan untuk sektor pendidikan, para murid maupun mahasiswa akan terbiasa dengan masuk kelas secara bergantian atau sesi kelas blanded tatap muka jarak jauh.

"Untuk sektor yang lainnya, semisal konser musik secara online, pertandingan olahraga tanpa penonton. Hingga masuk ke mall dengan jumlah batas pengunjung. Itu semua mungkin akan terjadi," kata Eko.

Kebiasaan itu, lanjut dia, akan diterapkan sampai vaksin Covid-19 telah ditemukan, maka penting untuk masyarakat memulai perilaku disiplin menjalankan protokol tetap kesehatan.

"Lalu, Sarana dan prasarana akses teknologi digital untuk WFH dan online, e-commerce, telemedicine, harus disiapkan pemerintah. Maka penting ubah pola pikir pemerintah untuk new normal, sehingga kebijakan yang disusun berdasarkan situasi dan fakta di lapangan (evidence based policy)," katanya. [rhm]

Baca juga:
Dinas Penanaman Modal DKI Terbitkan 50 Surat Izin Keluar Masuk
Hindari Kesenjangan, Masyarakat Diminta Tingkatkan Gotong Royong di Tengah Corona
Update Covid-19 Jakarta per 21 Mei: 10.925 Jiwa Status ODP, 8.061 Orang PDP
Atasi Ketakutan dengan Corona, Hotman Paris Sampai Pasang Sekat di Dalam Mobilnya
Strategi KKP Bandara Soekarno Hatta Deteksi Dokumen Syarat Perjalanan Palsu
CEK FAKTA: Disinformasi Daftar Virus Berasal dari China
Daftar Dokumen Perlu Disiapkan Agar Tiket Pesawat Tak Sia-Sia Karena Ditolak Terbang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini