Dimodali BNPT, Mantan Teroris Bom Bali 1 Buka Warung Kelontong

Jumat, 30 November 2018 14:22 Reporter : Arie Sunaryo
Dimodali BNPT, Mantan Teroris Bom Bali 1 Buka Warung Kelontong Peresmian PopWarung. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Joko Triharmanto alias Jack Harun, salah seorang pelaku bom Bali I yang sudah dibebaskan, memulai usahanya dengan membuka warung kelontong di rumahnya, Gang Kurma, Dukuh Tangkil Baru, Desa Manang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberikan bantuan modal usaha berupa Pop Warung. Pop Warung merupakan warung kelontong berkonsep kekinian berukuran sekitar 2 x 2 meter, dengan tinggi 3 meter.

Meski kecil, Pop Warung tidak hanya berjualan barang-barang seperti toko kelontong biasa. Warung ini juga dilengkapi peralatan memasak, sehingga bisa untuk berjualan makanan seperti mi rebus. Peresmian dilakukan oleh Direktur Perlindungan BNPT Brigjen Herwan Chaidir, Jumat (30/11).

Jack Harun tak mampu menyembunyikan kegembiraannya usai menerima bantuan tersebut. Dengan bantuan tersebut ia berharap perekonomian keluarganya akan lebih baik.

"Saya sekeluarga mengucapkan terimakasih kepada BNPT yang telah memberikan solusi kepada keluarga kami. Selama ini kami banyak mencoba kepada masyarakat, dan Alhamdulillah hari ini melalui Pop Warung ini ekonomi kami lebih baik," ujarnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Jack Harun merupakan mantan narapidana kasus Bom Bali I. Ia merupakan jaringan dari Noordin M Top yang tewas dalam baku tembak dengan Densus 88 di Mojosongo, Solo beberapa tahun lalu.

Dalam kasus tersebut Bang Jack berperan sebagai perakit bom. Ia ditangkap pada tahun 2004 dan menjalani hukuman hingga bebas tahun 2008.

Direktur Perlindungan BNPT Brigjen Pol Drs. Herwan Chaidir menyampaikan bantuan program Pop Warung tersebut bertujuan untuk mengawal para napi teroris yang selesai menjalani hukuman dari lapas.

"Setelah keluar dari lapas, mereka harus menjalani kehidupan dari nol. Makanya kita tidak mau mereka kehilangan arah, agar tidak disusupi hal negatif. Akhirnya kita beri solusi Pop Warung seperti ini," tandasnya.

Ia berharap, para napi teroris ketika kembali ke masyarakat sudah memiliki kemampuan. Sehingga bisa menjalani kehidupan selanjutnya.

"Saya umpamakan seperti orang tua dengan anaknya, di saat seorang anak terjatuh ke dalam lumpur, pasti orang tua itu akan mengangkat dan membersihkan badan si anak hingga bersih, begitupun dengan kami," jelasnya.

Lebih lanjut Herwan menyatakan, untuk tahap awal, Pop Warung menyasar di kawasan Jawa Tengah. Selain Jack Harun, bantuan juga diserahkan kepada 20 mantan napi teroris lainnya. Enam di antaranya merupakan eks napi teroris asal Solo dan sekitarnya dan empat lainnya merupakan korban tindak terorisme.

Kepala Pengembangan Bisnis PT Sukses Bersama Rakyat (SBR) selaku penyedia Pop Warung, Diantri Taufik, menambahkan seluruh kelengkapan awal warung tersebut bernilai Rp 20 juta. Pihaknya ingin agar Pop Warung menjadi usaha mikro yang mampu bersaing dengan minimarket yang sudah menjamur.

"Tahun ini kita target ada 120 warung. Tahun 2019 kita targetkan 1.000 warung," tutupnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini