Diminta pidato usai salat Idul Adha, Sandiaga tolak permintaan warga

Rabu, 22 Agustus 2018 11:30 Reporter : Merdeka
Diminta pidato usai salat Idul Adha, Sandiaga tolak permintaan warga Sandiaga Uno salat Ied di Monumen Perjuangan Jatinegara. ©2018 Liputan6.com/Ditto

Merdeka.com - Bakal cawapres Sandiaga Uno memaknai Idul Adha 1439 H dengan keprihatinan. Hal ini terkait musibah bencana gempa di Lombok yan menelan ratusan korban jiwa.

"Kita prihatin dengan saudara kita yang tertimpa musibah di NTB. Mari kita gunakan kesempatan idul kurban ini untuk berbagi dengan saudara kita di Lombok," kata dia di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (22/8).

Sandiaga mengajak, agar momen Idul Adha tahun ini dapat dijadikan bingkai kerukunan bangsa yang lebih harmonis. Karenanya, Sandi mengapresiasi lokasi salat id kali ini yang tepat berada di depan gereja Monumen Perjuangan.

"Ini adalah bentuk keharmonisan dalam bingkai keberagaman di Indonesia, kita salat di Jalan Urip ini pas di depan Gereja Koinonia, bagaimana menyatunya toleransi beragama di Jakarta dan seluruh wilayah di Indonesia," ujar dia.

Sandi menegaskan, kegiatan keagamaan seperti Idul Adha wajib dilakoni murni ibadah, tanpa berpolitik. Karenanya, saat dia ditawarkan untuk naik mimbar menyampaikan pidato oleh jemaah, hal itu ditolaknya.

"Jadi jangan campur aduk kegiatan ibadah ini dengan kegiatan berbau politik karena masyarakat di sini hadir untuk beribadah bukan mendengarkan saya pidato," kata Sandiaga yang mengenakan baju koko putih dan peci hitam.

Reporter: M Radityo Priyasmoro

Sumber: Liputan6.com [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini