Dilarang ke Luar Kota, ASN di Jawa Timur Wajib Kirim Lokasi via Whatsapp

Kamis, 1 April 2021 21:10 Reporter : Yan Muhardiansyah
Dilarang ke Luar Kota, ASN di Jawa Timur Wajib Kirim Lokasi via Whatsapp Aparatur Sipil Negara. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) di wilayah itu mengirim live location (lokasi langsung) via aplikasi WhatsApp (WA) dari ponsel masing-masing pada 1-4 April. Aturan ini untuk memastikan tidak ada pegawai yang pergi ke luar kota selama masa libur peringatan wafatnya Isa Al Masih dan akhir pekan.

"Sudah ada aturan dari gubernur, bahkan dari pemerintah pusat bahwa ASN dilarang bepergian ke luar kota hingga 4 April 2021," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Nurkholis di Surabaya, seperti dilansir Antara, Kamis (1/4).

Kebijakan pemerintah pusat diatur dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah bagi Pegawai ASN selama Hari Peringatan Wafat Isa Al Masih Tahun 2021.

Larangan itu diterbitkan untuk meminimalkan angka penyebaran kasus penularan Covid-19 ke berbagai daerah mulai 1-4 April.

Nurkholis menjelaskan mekanisme pengiriman lokasi langsung menggunakan WA dimulai pukul 08.00 WIB dan berlaku selama delapan jam. Selanjutnya selepas pukul 16.00 WIB, ASN juga harus kembali melakukan pengiriman serupa.

"Sehari dua kali live location dan ini wajib," ucap dia.

Bagi ASN yang tak mematuhi aturan itu, sanksi yang diterapkan memakai acuan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

"Sanksinya mulai dari pelanggaran disiplin, tapi kalau tetap nekat dan tak peduli pada aturan, paling berat hukumannya diberhentikan," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan SE Menpan-RB, ASN boleh melakukan kegiatan ke luar daerah hanya jika mengantongi surat tugas dari pejabat eselon II dan/atau izin tertulis dari pejabat pembina kepegawaian di lingkungan instansinya. SE itu juga meminta seluruh ASN mematuhi protokol kesehatan Covid-19, 5M dan 3T, yakni menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, menjauhi kerumunan, membatasi pergerakan, testing, tracing dan treatment. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini