Dikudeta, Presiden Turki berusaha menuju Istanbul secepatnya

Sabtu, 16 Juli 2016 06:22 Reporter : Mohammad Yudha Prasetya
Dikudeta, Presiden Turki berusaha menuju Istanbul secepatnya Recep Tayyip Erdogan. ©www.ibtimes.com

Merdeka.com - REVISI: versi awal berita ini mengandung kekeliruan penerjemahan sehingga artikel tidak akurat. Kesalahan sepenuhnya ada pada tim redaksi

*Judul awalnya ditulis: "Dikudeta, Presiden Turki berusaha kabur lewat Bandara Ataturk" diganti menjadi "Dikudeta, Presiden Turki berusaha menuju Istanbul secepatnya"

Judul yang benar ditambah koreksi substansi badan berita dimutakhirkan pada Sabtu (16/7) pukul 16.32 WIB. Tidak ada sama sekali substansi sumber kantor berita asal yang menyatakan Erdogan kabur ke luar negeri. Redaksi meminta maaf atas kesalahan tersebut.

Berikut berita hasil revisi:

Kantor berita RIA Novosti dan AFP melaporkan, selepas kudeta militer di Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan diketahui hendak secepatnya menuju Bandara Internasional Ataturk, Istambul. Saat tentara menyerbu Ankara, Erdogan sedang berada di Kota Marmaris.

Dikutip dari sputniknews.com, Jenderal Angkatan Darat tentara Turki, Umit Dindar mengatakan, militer pemberontak yang melakukan kudeta itu merupakan sebuah kelompok kecil, sehingga tak ada hal yang perlu dikhawatirkan karena akan segera ditangani oleh pihaknya.

"Pemberontak yang mencoba untuk melakukan kudeta merupakan kelompok kecil di militer. Sebagai pemimpin Angkatan Darat Pertama, tidak ada alasan untuk khawatir. Kami sedang mempersiapkan semua langkah yang diperlukan bersama-sama dengan militer terhadap para pemberontak ini," kata Dindar.

Sementara itu, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan, pemerintah akan tetap memegang kendali dan para pelaku kudeta akan 'membayar mahal' atas perbuatannya tersebut.

Diketahui, Militer Turki yang melakukan kudeta pada Jumat (15/7) malam waktu Turki, menyebut diri mereka sebagai 'Dewan Perdamaian' di stasiun berita TRT. Mereka menyatakan akan mengumumkan konstitusi baru negara itu, tak lama setelah mereka memberikan perlindungan yang kuat terhadap hak asasi manusia, dan aturan hukum saat meletakkan sebuah transisi menuju pemerintahan demokratis.

Laporan awal menunjukkan, sejumlah tembakan pecah di Istanbul dan Ankara. Sementara tank dan F-16 telah dikerahkan pula dalam upaya balasan pemerintah meredam kudeta militer tersebut. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Turki
  2. Kudeta Militer Turki
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini