Dikira Harta Karun Emas, Replika Perahu dan Bangau di Karawang Ternyata Imitasi

Rabu, 9 Januari 2019 17:14 Reporter : Bram Salam
Dikira Harta Karun Emas, Replika Perahu dan Bangau di Karawang Ternyata Imitasi Replika perahu dan burung di Karawang yang sempat dikira emas. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Penemuan replika perahu layar dan burung bangau terbuat dari emas yang semula disangka peninggalan dinasti China di aliran sungai Manuk di Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Karawang, oleh warga setempat membuat geger.

Orang pertama yang menemukannya adalah Inah (55). Replika itu ditemukan pada Selasa (8/1) pada pukul 07.00 WIB.

Munculnya penemuan replika kapal layar dan burung bangau, itu membuat heboh media sosial, karena warna replika tersebut berwarna kuning keemasan, sehingga membuat Polres Karawang menyita kedua barang tersebut dengan menggandeng Dinas Pariwisata bagian Purbakala Karawang untuk memastikan keaslian barang tersebut.

Petugas Dinas Pariwisata Irwan Zulkarnaen bagian Cagar Budaya mengatakan, kedua barang tersebut bukan bagian dari barang kuno atau harta karun yang terbuat dari emas, melainkan barang biasa buatan dalam negeri yang sering digunakan etnis China sebagai souvenir atau persembahan kepada leluhur yang satu berbentuk burung terbuat dari logam kuningan sedangkan perahu layar terbuat dari cetakan fiber.

"Dalam tradisi China replika barang berbentuk bangau, yang ditemukan nelayan pesisir utara bukan sebagai barang kuno terbuat dari emas, tapi sebagai ucapan selamat ulang tahun yang terbuat dari logam kuningan," kata Irwan saat memberikan keterangan didampingi Humas Polres Karawang, Rabu (9/1).

Lanjut Irwan, replika perahu layar terbuat dari fiber tersebut banyak dijual bebas di pasaran. Biasanya barang tersebut digunakan untuk persembahan bagi arwah leluhur etnis China, arti tulisan yang tertera direplika perahu layar adalah kantong sudah penuh siap untuk kembali.

"Perahu layar ini, terbuat dari fiber yang disemprot warna kemasan. karena kalau harta karun ratusan tahun pasti akan mengalami kepudaran dan korosin," tandasnya.

Sementara Humas Polres Karawang AKP Marjani mengatakan, kedua barang tersebut diamankan polisi untuk menghindari kehebohan di masyarakat, sehingga akan menimbulkan ketertiban dan keamanan.

"Kedua barang tersebut diamankan untuk menjaga kamtibmas, karena penemuan barang tersebut viral di media sosial," tutupnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Harta Karun
  2. Karawang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini