Dikeluhi biaya SMA/SMK, Puti Guntur: Nanti Gratis!

Rabu, 14 Maret 2018 02:10 Reporter : Bruriy Susanto
Puti bertemu warga Lumajang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno kembali mengangkat program pendidikan gratis untuk SMA/SMK di Jawa Timur. Ia dikeluhi warga di Lumajang akibat kebijakan pendidikan yang berbayar.

"Sekarang ini SMA/SMK Negeri yang dikelola Pemprov Jawa Timur ditarik biaya. Ini memberatkan masyarakat. Apakah nanti Mbak Puti punya rencana menggratiskan?" tanya seorang ibu, di Tempeh Kidul, Lumajang, Selasa (13/3).

Pasangan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) itu menegaskan, wajib belajar 12 tahun menjadi program Presiden Jokowi. Karena itu pelaksanaannya harus diamankan di Jawa Timur.

Puti bertemu warga Lumajang 2018 Merdeka.com

"Gus Ipul dan saya telah sepakat untuk menggratiskan kembali SMA/SMK Negeri yang dikelola Pemprov Jawa Timur. Ini diperlukan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun," kata Puti Guntur Soekarno.

Komitmen Gus Ipul dan Puti Guntur itu dituangkan dalam dokumen visi-misi keduanya, yang diserahkan ke KPU Jawa Timur. "Kami menyebutnya program Dik Dilan. Singkatan dari Pendidikan Digratiskan Berkelanjutan," kata Puti.

Dengan jaminan kebijakan itu, Puti Guntur berharap, kelak ke depan puteri-puteri di Jawa Timur dapat menempuh tuntas pendidikan 12 tahun. Kendala-kendala biaya di atasi dengan arah kebijakan yang pro-rakyat.

"Karena pemerintah kota dan kabupaten juga telah membuat kebijakan pendidikan gratis untuk SD dan SMP. Sedang SMA/SMK Negeri menjadi tanggung jawab Pemprov Jawa Timur," kata Puti.

Puti bertemu warga Lumajang 2018 Merdeka.com

Selain sekolah negeri, Gus Ipul dan Puti Guntur telah merencanakan pemberian subsidi untuk Madrasah Aliyah dan SMA/SMK swasta. "APBD Jawa Timur cukup untuk membiayai kebijakan itu," katanya.

Di Tempeh Kidul Lumajang, cucu Bung Karno itu bertemu dengan para pengrajin batik tradisional. Ia bercerita, saat Bung Karno menjadi presiden, ada kebijakan nasional untuk menjadikan batik sebagai pakaian nasional.

"Saat itu batik menjadi alat pemersatu bangsa," kata Puti. Seorang pengrajin pun mengusulkan agar kelak siswa-siswa sekolah di Jawa Timur diwajibkan untuk mengenakan pakaian batik tradisional.

"Aspirasi itu saya catat, Bu. Mohon doa restu dan dukungan untuk Gus Ipul dan saya," pungkas Puti. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini