Dijatuhi Hukuman Mati, 3 Terdakwa Pembunuh Hakim Jamaluddin Kasasi

Rabu, 21 Oktober 2020 16:25 Reporter : Yan Muhardiansyah
Dijatuhi Hukuman Mati, 3 Terdakwa Pembunuh Hakim Jamaluddin Kasasi Tiga Terdakwa Pembunuh Hakim Jamaluddin Terancam Hukuman Mati. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Medan telah menjatuhi Zuraida Hanum (41) bersama M Jefri Pratama alias Jefri (42) dan M Reza Fahlevi (28), tiga terdakwa pembunuh hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, dengan pidana mati. Jefri dan adiknya Reza dikabarkan sudah menempuh upaya hukum kasasi, sementara Zuraida segera menyusul.

"Mereka (Jefri dan Reza) sudah (menandatangani surat permohonan kasasi), kami belum, karena baru menerima putusan itu," kata Onan Purba, penasihat hukum Zuraida Hanum, Rabu (21/10).

Onan juga mengaku heran, pihaknya baru menerima putusan pada tanggal 12 Oktober 2020. Sementara informasi yang dia terima, dua terdakwa lainnya, Jefri dan Reza, sudah menandatangani surat permohonan kasasi. "Menurut informasi yang saya terima, yang dua itu (Jefri dan Reza) kasasinya sudah ditandatangani seminggu atau dua minggu lalu," jelasnya.

Namun, Onan memastikan kliennya akan menempuh upaya kasasi. "Rencananya besok akan ditandatangani, karena sudah 11 hari. Kan waktunya 14 hari dari salinan putusan diterima," ucapnya.

Sementara Humas PN Medan, Immanuel Tarigan, baru mengonfirmasi langkah kasasi yang dilakukan Jefri. Untuk terdakwa Reza, dia belum bisa memastikannya.

Langkah kasasi ini diambil setelah majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Medan memperberat hukuman M Jefri Pratama alias Jefri (42) dan adiknya M Reza Fahlevi (28), abang beradik yang mengeksekusi Hakim Jamaluddin, menjadi pidana mati. Majelis juga memperkuat putusan pidana mati untuk janda korban, Zuraida Hanum (41).

Pada pengadilan tingkat pertama, majelis hakim PN Medan menjatuhi Jefri dengan hukuman penjara seumur hidup. Sementara, Reza dihukum 20 tahun penjara. Hanya Zuraida Hanum yang dijatuhi pidana mati.

Ketiga terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama sesuai dakwaan primair penuntut umum. Mereka melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Jamaluddin merupakan hakim PN Medan. Sebelum ditemukan terbunuh, dia merupakan humas di pengadilan itu.

Baca Selanjutnya: Pembunuhan ini bermula dari hubungan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini