Dijaga Ketat Brimob, Sidang Pelanggaran HAM Berat Paniai Digelar PN Makassar

Rabu, 21 September 2022 11:01 Reporter : Bachtiarudin Alam
Dijaga Ketat Brimob, Sidang Pelanggaran HAM Berat Paniai Digelar PN Makassar Pendamping keluarga korban Paniai, Yones Douw. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengadilan Negeri (PN) Makassar hari ini menggelar sidang perdana pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat di Paniai, Papua, Rabu (21/9). Ada 200 personel Brimob menjaga sidang tersebut.

"Pagi ini sudah siap Brimob personel sekitar 200 orang dan wartawan dari Australia juga hadir," kata Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung (MA) Sobandi kepada wartawan, Rabu (21/9).

Sobandi menyebut sidang dijadwalkan dimulai sekitar pukul 09.30 waktu setempat terbuka untuk umum. Pelbagai elemen ikut memantau sidang kasus pelanggaran HAM Berat ini, mulai dari lembaga pemerintah sampai organisasi masyarakat sipil.

"Banyak pemantau baik dari Pemerintah (Kemenkopolhukam, KSP), dari KY dan dari LSM seperti Amnesty Internasional, LBH makassar, Kontras, dan lain lain," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Dipantau Komnas HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah mengirim tim untuk memantau pelaksanaan sidang pelanggaran HAM berat peristiwa Paniai, Papua tahun 2014 di Pengadilan Negeri Makassar hari ini, Rabu (21/9).

"Kita ada tim yang dipimpin pak (Komisioner Komnas HAM) Amiruddin. Dia yang kita tugaskan untuk melakukan pemantauan atas proses persidangan," kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik kepada wartawan, Selasa (20/9).

Taufan mengatakan bahwa tim yang diterjunkan untuk memantau proses sidang sebelumnya telah melakukan kajian sejumlah ahli dari berbagai universitas guna memastikan proses hukumnya berjalan baik untuk mencapai keadilan.

Taufan melanjutkan, meski di mata internasional tindaklanjut kasus ini turut diapresiasi. Namun dia tidak menampik jika banyak pihak melayangkan kritik atas kasus pelanggaran HAM berat yang hanya menyidangkan, Mayor Inf (Purn) Isak Sattu (IS) selaku terdakwa.

"Saya ingin menyampaikan sedikit yang mungkin orang banyak tidak tahu. Ketika saya, Pak beka dan Pak Anam bertemu dengan komisioner tinggi HAM PBB di Jenewa, kami sendiri kaget ketika beliau mengapresiasi. Karena kami sendiri kan sebenarnya merasa ada kekecewaaan kenapa belum sepenuhnya terduga pelaku dijadikan tersangka," ucapnya.

"Tapi ternyata respon dari PBB adalah mengapresiasi. Kira-kira satu bulan setengah setelah itu staf-staf dari komisioner tinggi HAM PBB datang ke Komnas HAM. Yang menerima saya dan Pak Beka. Mereka menyampaikan kembali bahwa mereka mengapresiasi," tambahnya.

Oleh sebab itu, Taufan menilai bahwa ada suatu pelajaran yang dapat dipetik untuk kemajuan penanganan pelanggaran HAM. Setelah sekian belas tahun tidak ada satupun hasil penyelidikan Komnas HAM ham yang masuk ke pengadilan.

"Langkah ini merupakan langkah maju untuk mereka. Jadi jangan buru-buru kecewa. Tapi jadikan langkah ini sebagai langkah awal, bagi penegakan hukum di Indonesia terutama untuk kasus penyelesaian pelanggaran ham yang berat itu, supaya ada langkah yang lebih progresif ke depan," ucapnya.

Adapun, sidang pelanggaran HAM berat Paniai, Papua akan digelar hari ini di PN Makassar, usai berkas dinyatakan lengkap dan dilimpahkan oleh Direktorat Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Berat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung).

Bahwa pelimpahan berkas perkara a quo berdasarkan Surat Pelimpahan Perkara Acara Pemeriksaan Biasa Nomor: B-08/F.5/Fh.2/06/2022 tanggal 9 Juni 2022 dengan Nomor Registrasi Perkara: PDS-01/PEL.HAM.BERAT /PANIAI/05/2022, Nomor Registrasi Bukti: RB-01/HAM/PANIAI/05/2022.

Adapun, Tersangka IS disangkakan melanggar Pasal 42 Ayat (1) huruf a dan b Jis Pasal 7 huruf b, Pasal 9 huruf a, Pasal 37 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia, dan Pasal 42 Ayat (1) huruf a dan b Jis Pasal 7 huruf b, Pasal 9 huruf h, Pasal 40 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. [gil]

Baca juga:
Komnas HAM Minta LPSK Jemput Bola Beri Perlindungan Saksi Kasus Paniai
Prajurit TNI Terdakwa Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai Segera Disidang
Berkas dan Tersangka Diserahkan, Kasus Pelanggaran HAM di Paniai Segera Disidang
Prajurit TNI Tersangka Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai Segera Disidang
Komnas HAM Harap Hakim Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai Profesional
Cerita Ketua Komnas HAM Yakinkan Jokowi Dukung Penuntasan Tragedi Paniai

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini