Digerebek Satpol PP, terapis berkilah sedang pijat bosnya

Kamis, 17 Juli 2014 00:31 Reporter : Mitra Ramadhan
Digerebek Satpol PP, terapis berkilah sedang pijat bosnya Ilustrasi pijat. Shutterstock/Minerva Studio

Merdeka.com - Lima terapis diamankan petugas gabungan dari Pemkot Tangsel. Mereka diamankan lantaran beroperasi di bulan Ramadan, Rabu (16/7). Padahal, Pemkot Tangsel sudah menyebarkan surat edaran yang berisi panti pijat tutup total selama bulan Ramadan.

Berdasarkan pantauan, razia yang digelar Satpol PP dan Kantor Kebudayaan Pariwisata (Budpar) setempat yang dilakukan di sepanjang Jalan Raya Serpong, kawasan ruko Alam Sutera dan kawasan pertokoan BSD. Sasaran petugas gabungan dari Satpol PP dan Kantor Kebudayaan dan Pariwisata yakni rumah makan dan panti pijat.

Di kawasan BSD Square, petugas menemukan rumah makan yang sudah buka sejak 09.00 WIB. Petugas langsung memberikan peringatan terhadap pengelola rumah makan tersebut. Namun, petugas sempat diprotes oleh pengelola kawasan kuliner itu.

"Inikan hanya surat imbauan, jadi boleh dibuka seperti biasa," ungkap, salah seorang management gedung BSD Square, Jepri, Rabu (16/7).

Di kawasan tersebut terdapat sejumlah rumah makan cepat saji, di antaranya, J.co, KFC, solaria serta Papa Ong. "Kalau namanya imbauan tak perlu diikutin kan," katanya.

Protes yang sama datang dari Management Mc Donald Alam Sutera. Pegawai Mc Donald Alam Sutera, Intan mengaku belum menerima surat edaran adanya larangan rumah makan dilarang beroperasi.

"Kita tak terima surat, kita merasa keberatan dengan kehadiran bapak-bapak, karena sangat mengganggu operasional kami," ujarnya.

Tak kalah keras, Kasatpol PP Azhar Syam'un Rakhmansyah mengancam bakal menutup rumah makan tersebut jika besok masih beroperasi. Ia pun memerintahkan anak buahnya untuk memonitoring kegiatan yang ada di gedung tersebut di kawasan kuliner dan McDonalds tersebut.

"Jika besok masih membandel buka, kita akan tutup selama bulan puasa ini," tegasnya.

Di tempat berbeda, sejumlah panti pijat yang masih beroperasional digerebek di pertokoan Alam Sutera dan BSD. Sejumlah lokasi tempat pijat dan refleksiologi disambangi dan masih beroperasi.

Bahkan di panti pijat Bugar Lestari lima yang berlokasi di pertokoan Mal WTC Serpong terapisnya dibawa ke kantor Satpol PP. Terapis di Bugar Lestari membantah jika tempat pijatnya buka, namun saat diperiksa ke dalam, ada satu pelanggan yang sedang dipijat, dan terapis tersebut membantah jika itu pelanggannya. Namun itu hanya bosnya yang minta dipijet.

"Itu bos saya bukan pelanggan," elak salah seorang terapis.

Namun saat didesak, terapis tersebut mengaku kalau itu pelanggan bukan bosnya. Akhirnya lima orang terapis tersebut dibawa ke Satpol PP untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kepala Kantor Budpar Kota Tangsel Yanuar mengatakan, puluhan tempat panti pijat tersebut tidak hanya melanggar jam operasional namun juga tidak memiliki izin.

"Kita lakukan razia untuk menciptakan rasa aman di bulan suci Ramadan ini," ucapnya.

Menurutnya dari ratusan panti pijat dan karaoke, hanya 40 yang memiliki rekomendasi dan izin sisanya belum memiliki.

"Kita akan monitoring, apakah mereka masih buka untuk panti pijat dan rumah makan yang melanggar jam operasional, kalau masih buka dan melanggar kita akan tutup selama bulan puasa ini," terangnya. [tyo]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ramadan 2014
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini