Digarap China, kualitas kereta cepat Jakarta-Bandung dipertanyakan

Jumat, 19 Februari 2016 14:11 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Digarap China, kualitas kereta cepat Jakarta-Bandung dipertanyakan kereta cepat china. ©blogspot.com

Merdeka.com - Kualitas Kereta Cepat Jakarta-Bandung dipertanyakan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Barat. Sebab megaproyek nasional itu akan digarap China, lewat perusahaan gabungan PT Kereta cepat Indonesia China (KCIC).

Hal itu terungkap dalam diskusi Sosialisasi dan Dialog Publik Kereta Cepat di Hotel Panghegar, Kota Bandung, Jumat (19/2). Hadir Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan PT KCIC dalam acara tersebut.

"Ini kan high tech ya, kita sudah lihat busway banyak yang kebakar, ini kan dari China. Nah, sekarang bagaimana teknologi kereta cepat yang berdampak pada lingkungan dan masyarakat," ungkap Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal Sutisno.

Dia mengatakan, Jabar sebagai penopang Ibu Kota DKI Jakarta tentu butuh akselerasi dari segi infrastruktur. Sehingga tentu jangan main-main untuk menentukan kualitas dari kereta cepat ini.

"Jabar ini provinsi yang strategis karena secara geografis dekat dengan Jakarta dan menjadi kawasan industri nasional terbesar," jelasnya.

Jika memang proyek kereta cepat sangat diseriusi tentu ini akan sangat membantu pengusaha. Artinya distribusi logistik tidak akan berbenturan lagi dengan orang yang semata hanya ingin berlibur.

"Kalau ada kereta cepat orang akan pindah, sehingga jalan bisa lowong. Ini tentu akan membantu pendistribusian pengusaha," jelasnya.

Menteri BUMN Rini Soemarno masih dalam diskusi itu mengatakan, China sebagai penggarap kereta cepat dipilih karena skema penawaran dari Jepang lebih berat. Penawaran China dipilih karena pemerintah tidak mengeluarkan duit satu rupiah pun dari APBN.

"Kalau yang skema Jepang itu investornya pemerintah, jadi kita harus menaruh uang yang berasal dari APBN," kata dia. Jelas itu berat, karena Presiden Joko Widodo menginginkan alokasi APBN bisa masukan untuk pembangunan luar Jawa.

Dengan skema yang ditawarkan China, seluruh pendanaan bersifat komersil dari investor atau B2B (Business to business) tentu beban tersebut tidak ada. "Jadi tidak ada jaminan pemerintah," terangnya. [hhw]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini