Didukung Kementerian BUMN, Pengembangan Kawasan Pulau Merah Dimulai September 2019

Senin, 9 September 2019 17:32 Reporter : Rizlia Khairun Nisa
Didukung Kementerian BUMN, Pengembangan Kawasan Pulau Merah Dimulai September 2019 Pemkab Banyuwangi Undang Pelaku Pariwisata Pantai Pulau Merah. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pembangunan kawasan wisata Pulau Merah segera dimulai. Pemkab telah melakukan pertemuan dengan jajaran Kementerian BUMN untuk segera melaksanakan pembangunan tahap pertama di kawasan ini. Pelaku wisata setempat pun dilibatkan demi kelancaran pengembangan kawasan.

Sebanyak 102 ratusan pelaku pariwisata Pantai Pulau Merah diundang pemkab untuk bersinergi mempercepat pelaksanaan pembangunan kawasan ini. Dalam pertemuan yang digelar di pendopo Banyuwangi, Senin (9/9), hadir Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Direktur Operasional BUMN Perum Perhutani Sumardi.

Anas mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan jajaran Kementerian BUMN yang dipimpin oleh staf khusus I Kementerian BUMN Sahala Lumban Gaol di Banyuwangi. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pembangunan Pulau Merah akan segera dilaksanakan.

"Pada pertemuan beberapa hari lalu itu, sudah disepakati bahwa bulan ini akan segera dilakukan pembangunan. Untuk tahap awal, yang dibangun adalah sentra kuliner dan suvenir yang akan ditempati oleh pedagang setempat," kata Anas.

©2019 Merdeka.com

Menindaklanjuti kesepakatan tersebut, pemkab hari ini pun melakukan pertemuan dengan para pedagang Pulau Merah.

"Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian BUMN telah memberikan dukungan penuh bagi pengembangan Pulau Merah. Kini pelaku wisata setempat yang harus menunjukkan keseriusan dukungan terhadap pembangunan ini," kata Anas di hadapan ratusan pedagang tersebut.

Pantai Pulau Merah merupakan salah satu pantai menawan di kawasan Banyuwangi sisi selatan yang masuk pengelolaan Perhutani. Untuk pelaksananya sendiri, Kementerian BUMN sudah menetapkan PT Patra Jasa sebagai anak perusahaan PT Pertamina yang bergerak di bidang hospitality.

Anas melanjutkan, pengembangan kawasan tersebut bakal mengakomodasi aktivitas ekonomi masyarakat Pulau Merah yang selama ini telah berkegiatan di sana. Dalam rancangan desain Yori Antar tersebut memberikan ruang bagi semua penggiat UMKM yang selama ini telah berjualan.

"Pengembangan ini tidak akan menggeser aktivitas ekonomi yang telah ada. Tapi, akan menatanya lebih baik. 102 penjual yang ada akan ditempatkan di zona yang telah disediakan. Sehingga kualitas pengelolaan destinasi ini bisa ditingkatkan lagi," ujar Anas.

©2019 Merdeka.com

"Bila tertata dengan baik, maka akan makin banyak wisatawan yang datang yang tentunya berdampak pada kesejahteraan pedagang. Untuk itu, kami minta semua yang hadir mendukung pelaksanaan pembangunan kawasan ini dengan baik," ajak Anas.

Ajakan Anas tersebut, langsung disambut positif oleh Ketua Kelompok Masyarakat Wisata Pulau Merah, Poniran. Dia menyatakan mendukung pengembangan wisata Pulau Merah. Bahkan pokmas telah melakukan validasi jumlah pedagang yang terlibat di sana.

"Kami semua sepakat untuk mendukung pengembangan pariwisata ini. Pengembangan ini sebenarnya sudah kami tunggu sejak dulu. Karena kami ingin pariwisata di Pulau Merah dapat terus berkembang yang toh hasilnya untuk kami juga," kata Poniran.

Sementara itu, Direktur Operasional BUMN Perum Perhutani Sumardi mengatakan pengembangan Pulau Merah akan mencakup kawasan seluas 43 hektar. Dengan total investasi diperkirakan sebesar Rp. 67 milyar. Pengembangan akan dilakukan secara bertahap.

"Setelah memastikan kesiapan pelaku wisata dalam menyambut pembangunan ini, pembangunan fisik akan kami mulai pada minggu ketiga bulan September ini. Pembangunan tahap awal ini akan mencakup pembangunan sentra kuliner dan UMKM dan beach bar bagi wisatawan," kata Sumardi. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Berita Banyuwangi
  2. Banyuwangi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini