Diduga Tersesat, Lumba-Lumba Terlihat Berenang di Sungai Kualuh Sumut

Senin, 28 Januari 2019 14:56 Reporter : Yan Muhardiansyah
Diduga Tersesat, Lumba-Lumba Terlihat Berenang di Sungai Kualuh Sumut Dua lumba-lumba di Sungai Kualuh Sumut. ©2019 Facebook

Merdeka.com - Warga dihebohkan kemunculan dua ekor lumba-lumba di Sungai Kualuh, sekitar Dusun II Ramean, Desa Kuala Beringin, Kualuh Hulu, Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara. Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Sumut menduga satwa dilindungi itu tersesat.

Kemunculan lumba-lumba itu menjadi tontonan warga sekitar sejak Minggu (27/1). Apalagi keduanya kerap melompat-lompat, seperti melakukan atraksi di sungai.

Sejumlah warga mengabadikan lumba-lumba itu, bahkan banyak yang turun ke sungai sambil memegang telepon pintar. Video dan gambar mamalia di Sungai Kualuh itu pun banyak dibagikan di media sosial.

Kepala Desa Kuala Beringin, Edi Mansur Pane mengatakan, kemunculan lumba-lumba memang membuat heboh warga sekitar. Meski antusias, warga berusaha tidak mengganggu mamalia itu.

"Ini lagi viral di masyarakat, lagi rame masyarakat melihat di sungai. Selama ini belum pernah ada, baru inilah terjadi ada lumba-lumba di Sungai Kualuh," ucap Edi, Senin (28/1).

Kejadian itu telah dilaporkan ke BKSDA. Mereka akan turun ke lokasi pada hari ini.

"Kami khawatir nanti mati pula di sini, padahal masyarakat tidak ada memburu atau melempar hewan itu. Sekarang ini ramai sekali orang-orang dari luar desa datang melihat fenomena alam yang jarang terjadi ini," ucap Edi.

Sementara itu, Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi mengaku sudah mendapatkan laporan mengenai kemunculan kedua lumba-lumba itu. "Iya kita sudah dapat laporan, saat ini sudah kita utus asisten untuk datang ke lokasi," ucapnya.

BBKSDA Sumut menduga lumba-lumba tersesat. Jadi saat air pasang dia ikut dan terjebak di muara itu, ucapnya.

Selanjutnya, BBKSDA Sumut akan melakukan pengamanan di lokasi. Mereka akan melibatkan nelayan setempat.

"Kita akan melakukan pengamanan di lokasi agar lumba-lumba tidak diganggu. Selanjutnya akan dilakukan penghalauan kembali ke habitatnya," ungkap Hotmauli. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini