Diduga Terjangkit Africa Swine Faver, 878 Babi di Palembang Mati

Jumat, 3 Juli 2020 15:19 Reporter : Irwanto
Diduga Terjangkit Africa Swine Faver, 878 Babi di Palembang Mati Ilustrasi Flu Babi. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Diduga terserang penyakit Africa Swine Faver (ASF) atau demam babi Afrika, sebanyak 878 babi di Palembang mati. Kejadian ini baru pertama kali terjadi di kota itu.

Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel Jafrizal mengungkapkan, babi mati secara bertahap sejak 15 Juni 2020. Terbanyak berada di peternakan babi di Kelurahan Talang Buruk, Palembang.

"Benar, sampai sekarang ada 878 ekor babi yang mati, dugaan sementara karena terserang demam babi Afrika," ungkap Jafrizal, Jumat (3/7).

Saat ini, kata, sampel kotoran babi tengah diteliti Balai Veteriner Lampung untuk memastikan penyakitnya. Tim juga sedang menyelidiki asal anakan babi yang dibeli peternak.

"Dikabarkan pernah terjadi di Sumatera Utara, Batam, Lampung sama Bali, untuk Sumsel baru pertama kali. Kami masih telusuri dari mana anakan babi dibeli, kemungkinan dari Lampung dan Medan," ujarnya.

Dia menjelaskan, demam babi Afrika tidak menular ke manusia. Hanya saja pihaknya menyarankan peternak segera menguburkan babi yang mati agar tidak menularkan ke babi lainnya.

"Flu babi baru berbahaya karena menularkan ke manusia," kata dia.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Palembang Sayuti mengatakan, pihaknya mengambil sampel daging babi di pasaran. Hal itu untuk mencegah beredarnya babi yang terkena penyakit itu dan dikonsumsi masyarakat.

"Sampelnya masih diperiksa dan mudah-mudahan segera diketahui hasilnya," pungkasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Flu Babi
  3. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini