Diduga Korban Human Trafficking, Pemuda Asal Kupang Hilang Setelah Lompat ke Laut

Rabu, 29 Juni 2022 12:54 Reporter : Ananias Petrus
Diduga Korban Human Trafficking, Pemuda Asal Kupang Hilang Setelah Lompat ke Laut Ilustrasi orang hilang. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pemuda asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur bernama Lambert Sau, dilaporkan nekat lompat ke laut di sekitar perairan antara Pulau Alor dan Pulau Liran. Warga Kelurahan Oebobo itu bersama sejumlah calon tenaga kerja asal Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara (TTU) dan Malaka menumpang KM Berkat Tolado.

Oleh perekrut yang diketahui bernama Rinaldi Bai Adu, mereka dijanjikan akan bekerja di perusahan kelapa sawit di Sorong, Papua. Namun kenyataannya, kapal yang ditumpangi Lambert bersama 19 tenaga kerja lainnya, tidak menuju ke Papua melainkan ke Saumlaki.

Ketua RT 04, RW 01, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Agtus Takubesi mewakili keluarga korban pun menjelaskan kronologi kejadian.

Menurut Agtus Takubesi, korban Lambert Sau diajak bekerja ke Papua oleh perekrut yang bernama Rinaldi Bai Adu. Sebelumnya Rinaldi berkomunikasi dengan kakak kandung korban bernama Yohana Desi Sau melalui Facebook, terkait perekrutan tenaga kerja di kebun kelapa sawit di Papua. Melalui komunikasi itu, Desi dan Rinaldi saling menukar nomor kontak.

"Setelah bertukar nomor, Rinaldi minta Foto KTP dan kartu vaksin untuk keperluan administrasi. Seminggu setelah berkomunikasi, Rinaldi tak kunjung memberikan informasi terkait lowongan pekerjaan. Akhirnya Lambert memaksa Desi untuk memberikan nomor kontak si Rinaldi untuk menanyakan lebih jelas, apa betul mau rekrut tenaga kerja," kata Agtus, Rabu (29/6).

Pada Rabu (22/6), Rinaldi pergi ke rumah Lambert Sau untuk bertemu, Desy juga hadir dalam pertemuan itu. Rinaldi mengatakan, para calon tenaga kerja sudah berada di atas kapal. Rinaldi meminta Lambert untuk bersiap, karena kapal akan berangkat pada esok hari.

"Setelah mendengar penjelasan dari Rinaldi, Lambert meminta persetujuan dari mamanya. Awalnya mama Lambert keberatan, kalau berangkat ke Sorong saja, Om dong ada di sana kerja di kelapa sawit. Tak usah ikut melalui orang. Tapi karena kemauan keras Lambert untuk kerja, pada pagi hari pada tanggal Kamis (23/6), Ia bersiap untuk berangkat," kata Agtus Takubesi.

Pada Kamis (23/6) pagi, Rinaldi menawarkan singgah ke Sikumana sebelum berangkat ke Pelabuhan Tenau. Rinaldi tidak menjelaskan secara rinci alamat kantor yang merekrutnya bekerja. Ia hanya menyebutkan lokasi kantor berada di Sikumana.

Karena pagi itu pakaian yang ingin dibawa masih basah, Desi kemudian menghubungi Rinaldi bahwa Lambert tidak singgah Sikumana, namun langsung ke Pelabuhan.

"Lambert akhirnya berangkat ke Pelabuhan diantar oleh suaminya Desi. Di pelabuhan sudah ada 19 orang calon tenaga kerja lain yang menunggu. Di antara mereka ada juga perempuan, sehingga suaminya Desi bertanya kepada Rinaldi, apa ini memang benar tujuan ke Papua," tambah Agus Takubesi.

Diduga Lompat Ke Laut

Agtus Takubesi menjelaskan lebih lanjut, pada tanggal Sabtu (25/6) sekitar pukul 07.30 WITA, Rinaldi menginformasikan kepada Desi, Lambert telah melompat ke laut di perairan Alor. Antara pulau Alor dan Pulau Liran. Kejadiannya pada jam lima pagi, Desi sempat menanyakan kepada Rinaldi kenapa Lambert lompat ke Laut.

"Rinaldi menjelaskan malam sebelum kejadian, sempat curhat kalau Lambert tidak mau lagi kerja. Tidak mau kerja dan menangis. Jam tiga Lambert tidur, begitu dia bangun jam lima pagi Lambert sudah tidak ada lagi di atas tempat tidur. Pakaian masih ada tapi Lambert tidak ada lagi. Diduga Lambert sudah lompat ke laut," tambahnya.

Rinaldi kemudian mencari di sekitar kapal namun tidak menemukan korban. Sekitar pukul tujuh pagi, Rinaldi melaporkan kepada Kapten kapal bahwa ada orang jatuh. Informasi tersebut berlanjut sampai pada jam sembilan pagi.

"Keluarga korban kemudian memanggil saya menjelaskan kalau Lambert sudah jatuh di laut. Saya tidak terlalu percaya, mari kita lacak dulu lewat KP3L. Bisa saja berita bohong kata saya. Saya antar Desi dan suaminya ke Kantor KP3L. Sampai di KP3L itu jam 11 pagi. Di sana kami menjelaskan kronologis kejadian. Bahwa saudara kami sudah terjun dari kapal perintis. Setelah dilacak oleh KP3L ternyata kapal perintis tidak ada yang berangkat karena lagi naik Dok. Saya minta untuk cek kapal apa saja yang berangkat pada tanggal 24. Akhirnya ditemukan kapal yang berangkat KM Berkat Tolado," paparnya.

Agtus Takubesi meminta manifest penumpang KM Berkat Tolado. Petugas KP3L menelepon kantor KM Berkat Tolado untuk meminta manifest penumpang. Dalam manifest yang dikirim ternyata ada nama penumpang atas nama Lambert Sau. Akhirnya orang dari KM Berkat Tolado datang bertemu di kantor KP3L dan memberikan nomor kapten.

"Saat kami menelepon, Nomor kapten sudah tidak aktif lagi. Orang yang memberi informasi pun juga sudah tidak aktif. Kami mengerti bahwa pasti kapal berada di daerah yang tidak ada signal. Sekitar jam tujuh malam, kami baru bisa berkomunikasi dengan yang melapor. Kami menanyakan posisi sekarang, namun dia tidak membalas. Dari situ kami mulai curiga," jelasnya lagi.

Agtus Takubesi pun memutuskan menelepon ke pihak Agen KM Berkat Tolado, untuk mengirimkan laporan kejadian. Pihak agen kapal pun kemudian mengirimkan laporan kejadian atau berita acara.

"Berita acara itu agak rancu, nama dan umur betul tapi salah di agama dan alamat. Lambert beragama Kristen Protestan tapi di berita acara tertulis Katolik dan alamat di Naikliu. Kami curiga kenapa di berita acara, alamat yang dicantumkan bukan alamat yang sebenarnya. Karena KTP Lambert sudah diambil oleh Rinaldi. Dan yang berikutnya nomor kontaknya sudah tidak aktif lagi. Ini bukan sapi yang jatuh, lapor abis na lepas su. Ini nyawa manusia. Saya telepon orang Berkat Tolado bahwa ini anak dalam manifest, kalau kamu tidak kasih tahu keberadaan kapal maka kamu saya akan laporkan karena melakukan pembiaran terhadap korban. Saya tanya betul ada manuver lima kali seperti dalam berita acara. Kami minta video dokumentasi waktu pencarian korban," protes Agtus Takubesi.

Setelah diancam dilaporkan ke pihak berwajib, Kapten KM Berkat Tolado akhirnya menghubungi. Dia meminta mengirimkan foto-foto termasuk video dan tas pakaian, HP korban. Namun Dompet korban tidak ada. Kapten berjanji akan pulang ke Kupang pada tanggal 4 Juli nanti, sekaligus menyerahkan pakaian korban ke pihak keluarga.

Takubesi menduga ada praktik perekrutan tenaga kerja secara ilegal. Ada 19 orang yang diberangkatkan, Lambert baru tahu bukan ke Papua sesuai perjanjian awal tapi kapal menuju ke Saumlaki pada malam sebelum kejadian. Ia mengatakan mempunyai banyak dugaan terhadap kejadian yang menimpa Lambert. [cob]

Baca juga:
Anggota Satgas Madago Raya Tewas Terseret Arus Sungai saat Patroli di Sulteng
Sampan Terbalik Dihantam Ombak, Satu Nelayan Bali Tewas Tenggelam
Bocah Tewas Tenggelam saat Ibu Sedang Angkut Batu
Keluarga Ridwan Kamil Ucapkan Terima Kasih ke Geraldine Penemu Jasad Eril
Penjelasan Ahli Forensik soal Jenazah Eril Utuh Meski Tenggelam 14 Hari di Sungai

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini