Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang, 43 WNI Dipulangkan dari Timur Tengah

Kamis, 3 Desember 2020 15:17 Reporter : Merdeka
Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang, 43 WNI Dipulangkan dari Timur Tengah Menlu Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir di UEA. ©2020 Dok BUMN

Merdeka.com - Sebanyak 43 warga negara Indonesia (WNI) terduga korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dipulangkan dari Timur Tengah.

Dalam kasus itu, KBRI Damaskus di Suriah memulangkan 40 pekerja migran Indonesia (PMI) pada 27 November dan KBRI Abu Dhabi di Uni Emirat Arab merepatriasi tiga PMI pada 30 November.

"Masih maraknya pengiriman pekerja migran sektor domestik ke Timur Tengah saat kebijakan moratorium menunjukkan bahwa mereka rentan menjadi korban TPPO," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pengarahan kepada media. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (3/12).

Kemlu, kata Retno, telah berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas pihak-pihak memberangkatkan para migran ke Timur Tengah.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia telah memberlakukan moratorium pengiriman pekerja migran ke negara-negara Timur Tengah sejak 2015. Hal itu dilakukan mengingat banyaknya kasus dan kerentanan yang dialami para pekerja migran di kawasan tersebut.

Namun, aturan itu dikritisi oleh sejumlah pihak Salah satunya Migrant Care, yang menyebut bahwa moratorium justru berdampak pada praktik perdagangan orang ke Timur Tengah yang semakin tidak terkendali.

Menurut Ketua Pusat Kajian Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah, masih ada saja pekerja migran Indonesia yang berangkat untuk bekerja di Timur Tengah melalui jalur-jalur tidak resmi, bahkan ilegal.

"Yang berangkat melalui jalur-jalur tidak resmi bahkan ilegal itu yang jadi tidak terawasi dan justru rentan menghadapi masalah di negara tujuan," kata Anis saat dihubungi ANTARA, tahun lalu. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini