Diduga Depresi Jadi Korban PHK, Pria di Muara Enim Gantung Diri

Kamis, 7 Mei 2020 15:19 Reporter : Irwanto
Diduga Depresi Jadi Korban PHK, Pria di Muara Enim Gantung Diri Ilustrasi mayat. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Diduga depresi usai mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), Wahyudi Irfan (33) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kejadian ini membuat warga sekampung heboh.

Korban ditemukan pertama kali oleh istrinya tergantung tali tambang di rumahnya kawasan Lawang Kidul, Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (7/5). Polisi datang ke lokasi dan melakukan olah TKP, kemudian jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk keperluan visum.

Kapolsek Lawang Kidul AKP Azizir Alim mengungkapkan, dari pemeriksaan medis kematian korban murni karena gantung diri. Hal ini dibuktikan dengan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya dan kondisinya menunjukkan ciri-ciri khas gantung diri seperti mengeluarkan sperma di kemaluan, kotoran dari dubur, dan luka bekas jeratan di leher.

"Dari kesimpulan yang kita dapat baik hasil olah TKP maupun visum, korban murni gantung diri, tidak ada tanda kekerasan," ungkap Azizir, Kamis (7/5).

Terkait penyebab korban melakukan aksi itu, Azizir menyebut masih simpang siur. Hanya informasi dari keluarga yang dinilai dugaan paling kuat, yakni depresi usai menjadi korban PHK.

Korban dilaporkan di-PHK beberapa waktu lalu sehingga membuatnya sering melamun karena bingung memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Korban juga dilaporkan sempat berupaya bunuh diri dengan cara melukai tangannya dengan carter.

"Dugaannya karena depresi di-PHK, dia selalu memikirkan bagaimana keluarganya. Korban juga pernah mencoba bunuh diri tetapi ketahuan istrinya," pungkasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bunuh Diri
  3. Muara Enim
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini