Didesak cabut izin PLTP Baturraden, Bupati Banyumas temui Gubernur Ganjar

Senin, 9 Oktober 2017 13:16 Reporter : Abdul Aziz
Didesak cabut izin PLTP Baturraden, Bupati Banyumas temui Gubernur Ganjar Demo PLTP Baturaden. ©2017 merdeka.com/abdullah sani

Merdeka.com - Bupati Banyumas Ahmad Husein menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo guna membahas penolakan warga akan keberadaan dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturraden. Demo warga mendesak Pemkab Banyumas mencabut izin PLTP Baturraden berlanjut di Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Banyumas, Senin (9/10).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Banyumas, Didi Rudwianto yang menemui demonstran mengatakan, tidak bisa memenuhi permintaan massa bertemu Bupati Ahmad Husein. Didi mengatakan, bupati saat ini tengah memperjuangkan keluhan warga terkait pembangunan PLTP dan menghadap gubernur sejak Senin (9/10).

"Hari ini bupati lagi di Semarang menemui gubernur. Bupati tak punya kewenangan apa-apa. Saya harap semua mengerti," kata Didi di hadapan massa.

Koordinator Aksi Selamatkan Slamet, Catur Sasongko mengatakan, massa aksi tetap akan bertahan di jalan menunggu jawaban langsung Bupati setelah bertemu dengan Gubernur. Sebab, setelah melakukan dua kali aksi, sejauh ini demonstran menilai belum ada titik terang penghentian pembangunan PLTP.

Padahal, dampak negatif PLTP sudah sangat terasa mulai dari sungai prukut yang berkali-kali alami keruh mengalir bercampur lumpur sampai turunnya hewan liar ke lahan-lahan warga sebab hutan lindung di Gunung Slamet telah dibabat.

"Kami tetap akan menunggu Bupati. Jika bupati tak menemui kami, kami tetap akan temui nanti malam saat acara kakak mbekayu Banyumas. Semestinya Bupati mendahulukan untuk bertemu warganya. Dari aksi hari ini menandakan bahwa pemerintah hanya berpihak pada investor," kata Catur.

Catur juga menyebut ratusan demonstran berasal dari wilayah terdampak eksplorasi PLTP yakni kecamatan Cilongok, Karang Lewas yakni desa Sunyalangu dan Kecamatan Sumbang yakni desa Kutayasa, Ciberem dan Kebanggan. Ratusan demonstran ini bersama-sama turun ke jalan karena nasib sepenannggungan sebab pembangunan PLTP telah berdampak merusak wilayah tempat mereka tinggal.

"Kami akan terus mendesak agar pembangunan PLTP dihentikan," kata Catur. [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini