Dicurigai Terpapar Covid-19, 50 Tenaga Medis di RSUD AW Syachranie Jalani Isolasi

Selasa, 28 April 2020 21:47 Reporter : Saud Rosadi
Dicurigai Terpapar Covid-19, 50 Tenaga Medis di RSUD AW Syachranie Jalani Isolasi Pasien Corona. ©2020 Photo

Merdeka.com - Puluhan tenaga medis di RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda, menjalani isolasi mandiri lantaran dikhawatirkan terpapar Covid-19. Mereka nantinya segera menjalani uji cepat menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT).

Upaya mengistirahatkan tenaga medis itu bukan tanpa alasan. Beberapa kali, tenaga medis menangani pasien, yang awalnya menderita sakit biasa. Namun begitu hasil rapid test menunjukkan reaktif terhadap Covid-19, hasil itu mengakibatkan petugas medis mesti menjalani isolasi.

"Untuk saat ini saja, petugas kami istirahatkan atau isolasi. Ada sekitar 50-an petugas kami istirahatkan. Sambil menunggu hasil rapid test," kata Plt Direktur RSUD AW Syachranie Samarinda dr David Hariadi Masjhoer saat telekonferensi, Selasa (28/4).

Dia menerangkan, penanganan awal pasien yang awalnya didiagnosa sakit biasa, membuat petugas medis kecolongan. "Saya sampaikan, kita beberapa kali kecolongan pasien dari luar, yang masuk, dan di-rapid test reaktif. Ini mengakibatkan petugas medis mesti diistirahatkan," ujarnya.

"Kalau memang nanti hasil rapid test petugas medis tidak reaktif, mereka akan bekerja kembali. Tapi itu kan perlu waktu seminggu. Selama seminggu, siapa yang tangani pasien non Covid?" tanya David.

Dia juga mewanti-wanti, agar masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan, seperti menerapkan Social Distancing dan Physical Distancing. Mengingat, Samarinda memasuki masa puncak Covid-19.

"Kami harap masyarakat benar-benar terapkan Social Distancing dan Physical Distancing. Karena, di bulan Ramadan jelang berbuka, malah semakin ramai. Kalau ini terus berlanjut, dan terjadi transmisi lokal, lama-lama rumah sakit ini lumpuh, karena tidak ada lagi yang bisa bekerja karena semua diistirahatkan, dan diisolasi," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Warga Diingatkan Tidak Bepergian ke Daerah Sekitar Samarinda

Warga Samarinda diminta menunda untuk bepergian ke kabupaten dan kota di sekitar Samarinda. Dari evaluasi, daerah di sekitar Samarinda berpotensi transmisi lokal penularan Covid-19.

"Kabupaten dan kota di sekitar Samarinda, berdasarkan data, dan analisis yang kami lakukan, terdeteksi adanya potensi transmisi lokal Covid-19," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan kota Samarinda, dr Osa Rafshodia.

Analisa itu bukan tanpa alasan. Sebab, secara perolehan data, terjadi kenaikan signifikan kasus Covid-19, di daerah sekitar kota Samarinda.

"Sehingga ada potensi bahaya untuk membawa penularan ke dalam kota Samarinda," ujarnya.

Untuk kasus pasien dalam pengawasan (PDP) misalnya, lanjut Osa, ada beberapa yang usai melakukan perjalanan dari beberapa daerah di sekitar Samarinda.

"Ada kota Bontang, Kutai Kertanegara, dan Sangatta, dengan rapid test positif dan dirawat di RSUD AW Syachranie, dan RS Karantina Covid Samarinda," terangnya.

"Kami juga dapatkan PDP dari kota Balikpapan, dengan hasil rapid positif dan beberapa satu klaster, kami rawat di RS Karantina," ungkap Osa.

Untuk itu, lanjut Osa, apabila ada warga yang berada di luar Samarinda, seperti di daerah sekitar Samarinda dan kembali ke Samarinda, diharapkan melapor ke call center Covid di nomor 112. "Dan melakukan isolasi mandiri 14 hari," tutupnya. [fik]

Baca juga:
Kasus Covid-19 di Bodebek Menurun Sejak Penerapan PSBB
Siswi SMA di Pelalawan Sembuh dari Covid-19
Kasus Transmisi Lokal di Bali Akibat Terinfeksi Pekerja Migran Indonesia
Bertambah 10, Total Pasien Positif Virus Corona di DIY jadi 93 Orang
Anggota Komisi VII Minta Pemerintah Turunkan Harga BBM Ringankan Beban Akibat Corona
Bank BUMN Dilaporkan Tetap Tagih Cicilan KUR di Tengah Wabah Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini