Diciduk kasus narkoba, mantan bupati Ogan Ilir dituntut rehabilitasi

Kamis, 8 September 2016 11:53 Reporter : Irwanto
Diciduk kasus narkoba, mantan bupati Ogan Ilir dituntut rehabilitasi Mantan Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi jalani tuntutan. ©2016 Merdeka.com/irwanto

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut rehabilitasi kepada mantan Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi alias Ovi, karena terbukti mengonsumsi narkoba. Jika tuntutan JPU dikabulkan majelis hakim, Ovi bisa langsung bebas setelah proses persidangan.

Saat keluar dari ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Ovi tampak senyum-senyum sambil mengobrol dengan kuasa hukumnya. Namun, terdakwa enggan memberikan komentar kepada awak media.

"Tanya sama PH (penasihat hukum) saya saja ya," singkat terdakwa Ovi, Kamis (8/9).

Pada berkas berbeda, dua rekan terdakwa Ovi yang ditangkap badan Narkotika Nasional (BNN), Faisal Roche dan Murdani, juga dituntut JPU Pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terdakwa Ovi, Faisal Roche dan Murdani sama-sama dituntut rehabilitasi di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang selama enam bulan.

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Palembang, Hendriyanto mengungkapkan, tuntutan tersebut sesuai dengan asesmen dan rekomendasi dari RS Ernaldi Bahar Palembang yang menjadi tempat rehabilitasi ketiga terdakwa. Disebutkan, dalam penyalahgunaan narkoba ketiga terdakwa hanya sebagai pemakai bukan pengedar.

"Ringan atau tidak (tuntutan) saya tidak bisa komentar. Yang jelas sesuai rekomendasi, terdakwa Ovi dan dua rekannya kita tuntut direhabilitasi," ujar Hendri.

Menurut dia, ketiga terdakwa saat ini masih menjalani rehabilitasi di RS Ernaldi Bahar Palembang yang melanjutkan proses rehab dari BNN di Lido, Jawa Barat, sejak 18 Maret 2016 lalu. Tuntutan itu merupakan sanksi terberat bagi pemakai narkoba.

"Kita belum hitung (kapan bebas), yang pasti dihitung dari rehab di Lido 18 Maret kemarin. Kita tunggu putusan hakim nanti, kita hanya menuntut saja," kata dia.

Dijadwalkan, sidang ketiga terdakwa akan dilanjutkan dengan pembacaan putusan pada Selasa (13/9) mendatang. Jika majelis hakim menjatuhkan vonis rehabilitasi selama enam bulan, diperkirakan seminggu setelah persidangan atau tanggal 18 September 2016, Ovi dan kedua rekannya bisa bebas.

[ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini