Dicecar Rizieq, Kades Kuta Sebut Acara Di Ponpes Markaz Syariah Tak Perlu Izin

Kamis, 29 April 2021 12:02 Reporter : Bachtiarudin Alam
Dicecar Rizieq, Kades Kuta Sebut Acara Di Ponpes Markaz Syariah Tak Perlu Izin sidang rizieq syihab di PN Jaktim. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Kepala Desa Kuta, Megamendung, Kusnadi, dalam sidang lanjutan kasus kerumunan Megamendung atas terdakwa Habib Rizieq Syihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (29/4).

Dalam persidangan, Kusnadi menyebut acara Rizieq di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah Megamendung tak perlu ada izin. Hal itu bermula ketika Rizieq selaku terdakwa mencecar saksi soal adanya massa yang datang berkerumunan dan berjejer di sepanjang jalan menuju Pesantren Markaz Syariah.

"Pak Kusnadi tahu kalau sepanjang jalan itu banyak masyarakat berjejer menyambut saya?" tanya Rizieq dalam persidangan.

"Ada banyak," jawab Kusnadi.

"Banyak ya, masyarakat keluar dari rumahnya. Apa itu juga ada panitia?," tanya lagi Rizieq.

"Tidak," jawab singkat Kusnadi.

Kemudian, Rizieq kembali bertanya terkait motif masyarakat yang berdatangan secara spontan dan termasuk menggelar rangkaian acara internal yang digelar di Megamendung, Kabupaten Bogor, apakah memerlukan izin. Lantas dijawab Kusnadi tidak.

"Baik, kalau masyarakat spontan menyambut depan rumah, kan tidak ada panitia, apa perlu minta izin? Spontan, bukan acara direncanakan?" tanya Rizieq.

"Tidak perlu minta izin," jawab Kusnadi.

"Kalau kegiatan internal, kegiatan pesantren, Salat Berjemaah lima waktu, Salat Jumat apa perlu pemberitahuan ke Kades?," tanya Rizieq.

"Tidak perlu," timpal Kusnadi.

Rizieq kemudian menjelaskan acara yang digelar di Pondok Pesantren Argokultural Markaz Syariah pada 13 November 2020, adalah peletakan batu pertama pembangunan masjid dan peresmian studio digelar secara internal.

"Jadi perlu kita informasikan bahwa kegiatan peletakan batu pertama di pondok pesantren adalah kegiatan internal, karena tidak mengundang orang dari luar," tutur Rizieq.

Sebelumnya pada sidang hari ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) turut menghadirkan dua saksi fakta yakni Kepala Desa Kuta, Megamendung, Kusnadi dan Sumarno selaku Ketua RT di sekitar Ponpes Markaz Syariah. Kedua saksi itu pun telah selesai diperiksa dalam perkara nomor 226 atas kerumunan terdakwa Rizieq di Megamendung.

Sedangkan untuk sidang saat ini, JPU kembali melanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan dua saksi ahli yaitu Hariadi Wibisono sebagai Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, dan Panji Fortuna selaku Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini