Diberi Jamu, Sapi Terpapar PMK di Palembang Cepat Sembuh

Selasa, 21 Juni 2022 01:00 Reporter : Irwanto
Diberi Jamu, Sapi Terpapar PMK di Palembang Cepat Sembuh Upaya pencegahan penyakit mulut dan kuku pada sapi di Depok. ©2022 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pemerintah pusat bertahap menyalurkan bantuan obat kepada peternak sapi yang mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK) di Sumatera Selatan. Namun, peternak memilih obat tradisional karena dinilai lebih cepat menyembuhkan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel Ruzuan Efendi mengungkapkan, peternak sapi memiliki cara alternatif dalam proses penyembuhan sapi. Langkah itu awalnya disebabkan terbatasnya ketersediaan obat di pasaran dan bantuan pemerintah.

"Teman-teman peternak lebih pakai ramuan tradisional ketimbang obat-obatan bantuan," ungkap Ruzuan, Senin (20/6).

2 dari 2 halaman

Terbukti Ampuh

Menurut dia, obat tradisional itu terbukti ampuh menyembuhkan PMK yang hanya memerlukan waktu selama empat hari setelah rutin diberikan. Peternak meracik tanaman herbal, seperti jahe, kunyit, serai, dan lainnya, sehingga menyerupai jamu.

"Jamu itu umumnya untuk menambah stamina dan meningkatkan nafsu makan. Dengan begitu sembuhnya lebih cepat," ujarnya.

Dia menjelaskan, sejauh ini ada 120 ekor sapi yang diduga mengidap PMK. Terbanyak berada di Musi Rawas dengan 108 kasus, Lahat 69 kasus, dan sisanya tersebar di empat kabupaten/kota.

Angka tersebut jauh menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya karena peternak cepat mengantisipasinya dengan cara dipotong. Hingga saat ini masih ada puluhan sampel dalam proses pemeriksaan di laboratorium di Lampung.

"Mudah-mudahan hasilnya negatif agar tidak menularkan ke sapi lainnya," kata dia.

Baca juga:
Strategi Pemda NTT Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak
Sederet Upaya Menko Airlangga agar Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Tak Terus Meluas
Ada 3 Juta Dosis, Vaksinasi PMK Hewan Ternak di Sukoharjo Dimulai
Presiden Jokowi: Penyebaran Virus PMK Sangat Cepat Seperti Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini