Diangkut dua kapal, 730 wisatawan dievakuasi dari Gili Trawangan tiba di Bali

Selasa, 7 Agustus 2018 06:34 Reporter : Moh. Kadafi
Diangkut dua kapal, 730 wisatawan dievakuasi dari Gili Trawangan tiba di Bali Evakuasi turis di Gili Trawangan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - 730 wisatawan mancanegara dan lokal yang dievakuasi dari Gili Trawangan Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), tiba di dermaga Bounty Cruis, Benoa, Denpasar Selatan, Bali. Selasa (7/8) sekitar pukul 02.25 WITA. Para turis itu dievakuasi menyusul gempa terjadi di NTB.

Ratusan wisatawan ini dibawa menggunakan dua kapal milik swasta. Kapal itu yakni Bounty sebanyak 540 orang dan Kapal Patagonia sebanyak 190 orang sehingga total wisatawan dievakuasi 730 orang.

Ketua Hotel Asosiasi yang merupakan bagian dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Ricky menjelaskan, tempat menginap sementara di hotel para ratusan wisatawan ini diberi diskon minimum 40 sampai 50 persen.

"Kalau dari segi akomandasi rata-rata kita sudah instruksi semua anggota minimum 40 sampai 50 persen diskon malam ini. Hal itu dari semua kategori hotel bintang baik dari bintang 3 sampai 5 dan juga sebagian non bintang," kata Ricky, Selasa (7/8).

Untuk ratusan pariwisata tersebut sudah disiapkan 20 sampai 25 hotel yang berada di kawasan Badung, Denpasar dan Gianyar.

"Dari 730 hampir semuanya, yang kita terdaftar malam ini hampir 20 sampai 25 hotel. Untuk daerahnya berada di Nusa Dua, Seminyak, Kuta, Sanur, dan Ubud. Kemudian untuk busnya ada sampai 50 dan 60 bus," ujarnya.

Total untuk kedatangan wisatawan dari Gili Trawangan Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) 816 dengan jumlah total yang datang lewat Kapal KM Binaiya milik PT Pelni pada Senin (6/8) sekitar pukul 23.30 WITA.

Sementara salah satu wisatawan bernama Norman yang merupakan warga Ibu Kota Jakarta, yang ikut di evakuasi dari Gili Trawangan NTB, menceritakan ketika kejadian gempa berkekuatan 7 Skala Richter pada Minggu (5/8) kemarin yang menimpa Lombok Utara.

Ia menyampaikan pada saat itu, dirinya berserta rombongannya sebanyak 198 orang yang mengikuti Gathering dan menginap di salah satu hotel di Gili Trawangan.

"Sekitar jam 8 malam, kita mengikuti acara tiba-tiba ada gempa kecil, dan langsung besar banget. Kemudian mati lampu dan kita merasa gedung kiri kanan udah pada roboh. Semuanya panik berlari dan kita dievakuasi dan berjalan keatas bukit bersama petugas hotel dan warga sekitar. Kita berjalan kira-kira hampir dua kilo meter keatas bukit dan sampai disana sudah ramai dan banyak warga juga diatas ada juga yang manjat pohon," ucapnya.

"Saat terjadi gempa yang kita khawatirkan itu Tsunami dan gempanya kuat banget. Apalagi kita di pulau dan gempanya kencang dan kita juga takut Tsunami. Situasi kondusif itu baru pagi dan semuanya pada turun saat pagi. Semuanya tidur di bukit, kita makan minum iya seadanya. Kita turun jam 6.30 pagi. Selama di bukit itu banyak gempa susulan kecil mungkin lebih dari 7 kali, iya saat itu kita syok dan trauma," ungkapnya.

Menurut Norman, banyak barang yang ketinggalan di hotel tempat menginapnya. Selain itu, juga ada 3 orang rekannya yang terluka ringan yakni lecet.

"Kita baru masuk kapal itu sekitar jam 8 pagi, soalnya di over dari kapal ke kapal. Sampai di kapal (Bounty) sudah ramai sekali. Untuk sekarang kita mau menetap dulu (Hotel) dan nanti kita akan mencari penerbangan untuk kembali ke Jakarta," tutupnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Gempa
  2. Gempa NTB
  3. Gempa Lombok
  4. Denpasar
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini