Dianggap mengadu domba, PDIP Surabaya kecam pernyataan Ahok

Senin, 1 Agustus 2016 15:18 Reporter : Masfiatur Rochma
Dianggap mengadu domba, PDIP Surabaya kecam pernyataan Ahok ahok. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Surabaya geram dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau kerap disapa Ahok. Sebab, ucapan itu dianggap bisa mengadu domba antara Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, dan Presiden Joko Widodo.

Pernyataan Ahok dipermasalahkan itu adalah soal, 'Surabaya lebih besar daripada Solo. Wali Kota Solo bisa jadi presiden, apalagi Kota Surabaya.' Menurut mereka, tidak pantas seorang gubernur mengucapkan hal itu.

"Pak Ahok tidak seharusnya berusaha mengadu domba dua kader PDI-P berprestasi, Ibu Risma dan Presiden Joko Widodo," kata Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Didik Prasetiyono, Senin (1/8).

Menurut dia, Risma saat ini sedang berkonsentrasi menata kota Surabaya lebih maju dan baik. Begitu pula sebaliknya, sebagai Gubernur, Ahok diminta melakukan hal sama di Jakarta.

"Bu Risma di sini masih bekerja, dan kami harapkan Pak Ahok juga begitu," ucap Didik.

Ketika disinggung mengenai wacana pencalonan Risma sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, Didik tidak banyak berkomentar. Dia menyatakan hal itu bukan kewenangannya.

"Bukan kewenangan kami sebagai DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ataupun kehendak bu Risma sendiri. Akan tetapi merupakan hak prerogatif Ketua Umum DPP PDI Perjuangan," tutup Didik. [ary]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini