Dianggap Gila karena Urusi Sampah

Rabu, 8 Juli 2020 05:32 Reporter : Muhammad Permana
Dianggap Gila karena Urusi Sampah Nurul Hidayah alias Cak Oyong. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Momen di pertengahan tahun 2018 itu begitu membekas di hati Nurul Hidayah. Dua ekor penyu ditemukan mati di pesisir pantai yang ada di Kecamatan Gumukmas, Jember, Jawa Timur. Saat badannya dibelah, diketahui bahwa dua ekor penyu itu diduga mati karena terlalu banyak menelan sampah plastik.

Kasus penyu yang mati karena tertelan limbah plastik yang mengapung di lautan, sebenarnya bukan kasus yang pertama terjadi di perairan Indonesia selama kurun waktu beberapa tahun terakhir. Bagi Nurul Hidayah, peristiwa itu seolah membuat semua upaya pelestarian dan penangkaran penyu yang dilakukan berbagai pihak menjadi sia-sia.

"Sejak tahun 2013, kita di Dinas Perikanan Jember bersama masyarakat nelayan secara berkala melakukan pelepasan alam liar bagi tukik-tukik yang kita tangkarkan. Penangkaran dilakukan oleh masyarakat nelayan yang kita bina, agar penyu tidak punah," ujar pria yang akrab disapa Cak Oyong ini.

Sehari-harinya, Cak Oyong bekerja sebagai teknisi konservasi di Dinas Perikanan Jember. Berdasarkan penelitian para ahli, dari 100 ekor tukik atau bayi penyu yang dilepas ke laut, hanya satu ekor penyu dewasa yang bisa kembali ke pantai untuk bertelur. Meski telur yang dihasilkan cukup banyak, namun maraknya perburuan telur penyu serta ditambah predator alami, membuat kelestarian penyu terancam punah.

"Kita sudah susah-susah melakukan penangkaran tukik. Lalu ketika penyu berhasil hidup di laut, tapi kemudian mati hanya karena tertelan sampah plastik manusia yang mengalir ke laut. Itu kan seolah membuat upaya penangkaran kita menjadi percuma," keluh Cak Oyong.

Peristiwa itu kemudian membuat Cak Oyong mengembangkan arah gerakan sosial yang sudah lama ia tekuni. Di luar kesibukannya sebagai ASN, Cak Oyong bersama rekan-rekannya aktif bergiat dalam sebuah komunitas sosial bernama Grebeg Sedekah Jember. Selain membantu masyarakat miskin, komunitas ini sejak tahun 2013 aktif melakukan kegiatan sosial membersihkan sungai.

"Pernah dalam satu momen, kita bersih-bersih sampah di sungai bersama teman-teman. Tapi masih ada orang yang tega dari atas jembatan, membuang sampah ke sungai. Karena memang kondisi sungai-sungai di Jember lebih mirip tempat sampah dari pada sungai, ini sampai sekarang. Dari situ, saya pikir lebih baik urus sampah saja dulu," papar Cak Oyong.

Baca Selanjutnya: Karena itu sejak pertengahan 2018...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini