Diancam Disantet, Bocah SMP Diperkosa Kakeknya Selama 4 Tahun

Senin, 13 Juli 2020 15:38 Reporter : Irwanto
Diancam Disantet, Bocah SMP Diperkosa Kakeknya Selama 4 Tahun ilustrasi pencabulan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Lelaki paruh baya, Syafei (60) nekat memperkosa cucunya sendiri yang masih duduk di bangku SMP berinisial KR (15) selama empat tahun. Modus yang dilakukan pelaku dengan cara mengancam akan disantet sehingga membuat korban takut.

Lama menahan malu dan tersiksa, korban menceritakan pengalamannya ke keluarga dan akhirnya melapor ke polisi. Pelaku diringkus tanpa perlawanan di rumahnya di kawasan Kertapati Palembang.

Perkosaan pertama terjadi di rumah korban di salah satu kelurahan di Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada 2015. Ketika itu, korban masih duduk di bangku kelas lima SD. Sedangkan kejadian terakhir di tempat yang sama Desember 2019.

Perbuatan itu dilakukan pelaku saat korban pulang sekolah dan saat orangtuanya tak ada di rumah. Pelaku yang merupakan adik nenek korban tinggal bersama dengannya di rumah itu.

Agar tidak dicurigai tetangga dengan teriakan dan perlawanan korban, pelaku mengeraskan volume televisi di ruang tamu. Tersangka memperkosa cucunya itu berkali-kali ketika rumah sepi.

Kasatreskrim Polres Ogan Ilir AKP Roby Sugara mengungkapkan, setiap usai memperkosa, tersangka mengancam korban akan disantet jika menceritakan kepada orang lain. Hal itu membuat korban tak bisa melawan meski tak terima kerap dicabuli tersangka.

"Tersangka mengancam menyantet, korban ketakutan dan perkosaan terus terjadi berulang-ulang sejak korban kelas lima SD sampai kelas tiga SMP," ungkap Roby, Senin (13/7).

Baca Selanjutnya: Dikatakannya keberanian korban bercerita ketika...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini