Di sini tempat nongkrong penggemar musik blues di Bandung

Minggu, 1 November 2015 15:04 Reporter : Dian Rosadi
Di sini tempat nongkrong penggemar musik blues di Bandung Bandung Blues Society. ©2015 Merdeka.com/Dian Rosadi

Merdeka.com - Bandung telah lama dikenal sebagai salah satu kota yang menjadi kiblat musik di Indonesia. Musisi dari beragam genre ada di kota ini. Ditambah lagi dengan hadirnya beragam komunitas, menjadi salah satu penggerak eksistensi sebuah genre musik.

Adalah Bandung Blues Society, salah satu komunitas yang merupakan kumpulan para penggemar, pegiat, dan musisi Blues di Bandung. Komunitas ini digagas oleh Micko 'Protonema', salah seorang musisi yang ingin membuat sebuah komunitas Blues di Bandung. Hingga pada pada 8 Maret 2008 Komunitas Bandung Blues Society (BBS) berdiri.

"Hadirnya BBS ini sebagai jembatan antara musisi senior dan musisi baru. Selain itu juga untuk mengubah mindset bahwa musik blues tidak selalu identik dengan musik orang tua. Makanya siapapun bisa gabung di sini," ujar Ketua Bandung Blues Society Lukman Karyadinata kepada Merdeka.com saat ditemui di Sekretariat BBS Jalan Tamansari, Minggu (1/11).

Blues menjadi pilihan karena dianggap sebagai akar dari semua genre musik. Genre musik inilah yang memiliki pengaruh besar terhadap genre musik lain seperti pop, jazz dan genre musik lainnya.

Ada beragam kegiatan rutin dilakukan oleh komunitas ini. Sebulan sekali mereka mengadakan acara pertunjukan, diskusi dan coaching clinic di Bumi Sangkuriang, Ciumbuleuit, Bandung.

"Sejak 2008 setiap satu bulan sekali kita bikin acara Tuesday Blues di Bumi Sangkuriang. Kegiatan regulernya bermacam-macam ada pertunjukan, diskusi dan coaching clinic," kata pria yang akrab disapa Edo ini.

Pada 2010 kegiatan di Bumi Sangkuriang mulai beralih ke kampus-kampus. Mereka mengenalkan musik blues kepada para mahasiswa melalui pentas musik

"Nama acaranya 'Blues in Campus'. Ini merupakan program BBS keliling ke kampus-kampus di Bandung untuk memperkenalkan musik blues. Terakhir kita bikin acara di Unisba sebagai kampus ke 7 yang kita datangi," kata Edo.

Setiap hari Senin, mereka juga membuat sebuah acara bernama Monday Blues. Acara ini digelar di Ruang Putih, sebuah tempat yang cukup terkenal sebagai tempat nongkrong para pecinta musik blues di Bandung.

Tak hanya itu, perwakilan dari BBS juga pernah tampil menjadi salah satu pengisi acara di event Jakarta International Blues yang digelar pada tahun 2009 -2010.

BBS juga sering menggelar beragam event. Pada tahun 2012 mereka menggelar sebuah acara bertajuk 'Blues in the Art'. Acara ini merupakan acara festival musik blues yang digelar selama delapan hari dari 1-8 September 2012 yang diselenggarakan di Galeri Kita.

"Dalam acara ini dihadiri oleh perwakilan komunitas blues dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta hingga perwakilan dari Lombok juga hadir," ujarnya.

Jumlah anggota BBS saat ini ada lebih dari 300 anggota. Mereka berasal dari berbagai kalangan yang memiliki kecintaan sama terhadap musik blues. "Tua, muda dan dari beragam profesi juga gabung di sini. Mulai dari seniman, musisi, mahasiswa, polisi sampai politisi ada di BBS," katanya.

Jika anda tertarik dengan komunitas ini silakan datang langsung ke sekretariat mereka di Jalan Taman Sari No 69 (Pintu 3 kebun binatang Bandung). Setiap Sabtu malam para anggota biasanya berkumpul di sana.

Jika masih penasaran pantau saja kegiatan mereka di media sosial. Untuk Facebook yakni Bandung Blues Society dan Twitter @bdgblues. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bandung
  3. Merdeka Bandung
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini