Di persidangan, mantan anggota DPR sebut ada 'gajah-gajah' bermain di proyek e-KTP

Senin, 12 Februari 2018 16:15 Reporter : Yunita Amalia
Numan Abdul Hakim diperiksa kasus e-KTP. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Mantan anggota DPR periode 2009-2014 dari fraksi PPP, Nu'man Abdul Hakim mengaku pernah diingatkan tidak terlibat apapun terkait pembahasan proyek e-KTP. Sebab, dalam proyek tersebut ada 'gajah-gajah' yang bermain di dalamnya.

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Saat itu, dia sempat menanyakan proyek e-KTP kepada Agun Gunandjar yang menjabat sebagai Ketua Komisi II DPR. Kata 'gajah-gajah' kemudian tercetus dari mulut Agun.

"Itu ada pertanyaan itu. Siapa sih yang menyelenggarakan e-KTP karena anggarannya besar tapi tidak profesional, saya tanya ke Pak Agun," ujar Nu'man, Senin (12/2).

"Jawabannya?" tanya jaksa penuntut umum.

"Pak Agun jawabnya kemungkinan gajah-gajah. Jangan sampai melibatkan diri dan terlibat," ujarnya.

Politisi PPP itu tidak menanyakan lebih lanjut maksud kata gajah yang disampaikan Agun. Hanya saja, dia berasumsi gajah yang dimaksud adalah pihak yang memiliki kekuatan besar dalam mengatur proyek dengan nilai kontrak Rp 5,9 triliun tersebut.

Dia menafsirkan pihak kementerian yang memiliki pengaruh besar dalam proyek yang akhirnya merugikan negara Rp 2,3 triliun.

Nu'man sekaligus mantan anggota Komisi II DPR itu juga mengaku pernah diingatkan oleh Ganjar Pranowo terkait proyek e-KTP. Sama dengan Agun, Ganjar memintanya agar tidak terlibat apapun berkaitan dengan e-KTP.

"Pak Ganjar pernah sampaikan kalau ada yang nawarin apapun dari e-KTP ini Pak Nu'man jangan mau terima. Saya bilang oh iya. Itu disampaikan sambil jalan aja. Termasuk uang (jangan diterima)," ujarnya. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini