KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Di Nusakambangan, Jaksa Agung ungkap alasan tunda eksekusi Mary Jane

Rabu, 29 April 2015 10:12 Reporter : Chandra Iswinarno
nusakambangan. ©blogspot.com

Ada komunikasi antar pemerintah dan Filipina memohon agar eksekusi ditunda. Kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan


- HM Prasetyo

Merdeka.com - Jaksa Agung HM Prasetyo bersama Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Badrodin Haiti mengunjungi Pulau Nusakambangan beberapa jam usai eksekusi mati, Rabu (29/4).

Dalam kunjungan tersebut, Prasetyo mengemukakan alasan penundaan eksekusi mati terhadap Mary Jane Fiesta Veloso. "Pemerintah Filipina minta ditangguhkan, karena Mary Jane diminta untuk ungkapkan kasus trafficking," katanya.

Dia mengemukakan, Mary Jane dianggap sebagai korban trafficking yang terjadi di Filipina. Namun, Prasetyo mengemukakan faktanya Mary Jane tertangkap tangan karena membawa heroin di wilayah hukum Indonesia.

"Ada komunikasi antar pemerintah dan Filipina memohon agar eksekusi ditunda. Kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan," ucapnya.

Dari beberapa pemberitaan media, Maria Kristina 'Christine' Sergio, orang yang diduga menjebak Mary Jane menyerahkan diri ke pihak kepolisian Nueva Ecija Provincial Police Office pada Selasa 28 April 2015 pukul 10.30 waktu setempat.

Kristina mengaku, keluarga Mary Jane mungkin akan mencelakakannya, jika eksekusi di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah tetap dilakukan. Mary Jane sendiri ditangkap pada tahun 2010 di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, dengan barang bukti berupa 2,6 kilogram heroin. Ia mengaku dijebak oleh Maria Kristina. [bal]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.