Di Indonesia, kasus perkosaan malah dianggap kesalahan perempuan

Kamis, 23 Januari 2014 15:38 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Di Indonesia, kasus perkosaan malah dianggap kesalahan perempuan Ilustrasi perkosaan, pelecehan seksual, pencabulan. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - Ahli Kajian Gender dan Seksualitas dari Universitas Amsterdam, Saskia E Wieringa, mengatakan pemerkosaan di Indonesia sudah masuk dalam situasi sulit. Selain itu, perempuan yang sering menjadi korban pun jarang mendapat keadilan.

"Sangat berat situasinya. Tidak ada keadilan karena itu dianggap kesalahan perempuan," kata Siska saat acara 'Perkosaan, Kekuasaan dan Patriarki di Indonesia' di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (23/1).

Siska menganggap, pihak laki-laki kebanyakan berpikir bisa memiliki perempuan. Sehingga ketika mereka sedang naik hasrat seksualnya dan sulit dihentikan, maka bisa melakukan hal tersebut. "Itu memang wacana umum di mana-mana," ujarnya.

Selain itu, penilaian seorang pria terhadap perempuan juga sering disalahartikan. "Mereka (laki-laki) tak bisa bedakan antara perempuan senang, menghormati. Sebenarnya mereka (perempuan) tidak ingin berhubungan seks dengannya," ujarnya.

Sebab dalam berhubungan seks, kata Siska, ada beberapa unsur yang harus terpenuhi. Namun, hal itu sering tidak ada. "Dua pasangannya harus merasa senang, setuju dan puas dengan hubungan seksualnya. Dan itu sering tidak ada," tuturnya. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. Pemerkosaan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini