Di depan tokoh-tokoh Banten, Luhut bicara Santoso hingga tax amnesty

Jumat, 22 Juli 2016 14:22 Reporter : Faiq Hidayat
Di depan tokoh-tokoh Banten, Luhut bicara Santoso hingga tax amnesty Menko Polhukam Luhut Pandjaitan. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan meminta pengikut kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tersisa di Poso, Sulawesi Tengah untuk turun gunung menyerahkan diri. Sebab, Pemerintah akan menggunakan pendekatan, agama, budaya dan kearifan.

"Tapi kita juga punya Policy (kebijakan) untuk mereka yang masih di atas gunung kita ajak turun, karena mereka adalah warga negara Indonesia. Jadi kita mendekati masalah ini dengan kearifan, pendekatan agama dan kedekatan budaya," kata Luhut saat beramah-tamah dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama se provinsi Banten di Kantor Gubernur Banten, Jumat (22/7).

Menurutnya, negara harus dibangun dengan ketenangan dan kebersamaan dan menghindari kebencian. Agama apapun mengajarkan tidak menyebar kebencian.

Selain itu, kata dia, perkembangan politik Indonesia cukup menggembirakan, hubungan pemerintah dengan parlemen sangat baik. Hal itu, kata dia tidak bisa bayangkan dalam setahun yang lalu. "DPR dan Pemerintah menyadari kekurangan masing-masing dan masih saling memperbaiki," kata dia yang didampingi oleh Kepala badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius.

Tak hanya itu, Luhut juga membeberkan kebijakan tax amnesty yang sedang digalakkan. Tax amnesty, kata dia membuat negara lebih transparan dan ekonomi bisa lebih baik.

Kemudian, pembayaran akan melalui elektronik karena pada tahun 2018 nanti akan dimulai perjanjian pertukaran informasi pajak yang membuat siapa saja menyembunyikan aset di luar negeri, apabila terbukti bisa kena hukuman.

"Penerimaan pajak kita selama ini delapan persen dari APBN. Banyak yang punya npwp tapi tidak membayar pajak karena tidak ada kemampuan kita untuk mengawasi. Kita harapkan pembayar pajak ini bertambah dalam beberapa tahun ke depan. Penerimaan pajak kita bisa mencapai 2000 triliun dalam 3 atau 4 tahun ke depan. Saya bisa menjamin transparansi akan kita rasakan dalam seluruh aspek kehidupan kita di Indonesia ini," jelas dia. [bal]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini