Di Depan Presiden Prancis & PM Selandia Baru, Wapres JK Bicara Terorisme

Kamis, 16 Mei 2019 11:23 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Di Depan Presiden Prancis & PM Selandia Baru, Wapres JK Bicara Terorisme Jusuf Kalla di Elysee Palace Paris. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla memaparkan cara untuk menangkal maraknya terorisme yaitu dengan mensosialisasikan pesan damai sejak usia dini, baik itu di lingkungan keluarga, sekolah dan komunitas. Dia juga menjelaskan serangan teror Christchurch mencerminkan kebangkitan Islamofobia dan Xenofobia sebagai ancaman global.

Fenomena itu menurut JK bisa dihilangkan jika sifat ketahanan dan solidaritas antaragama diperkuat.

"Terhadap kekerasan dan kebencian semacam itu, harus dibangun ketahanan dan solidaritas masyarakat dari berbagai latar belakang, dengan mempromosikan dialog antaragama untuk memperkuat nilai toleransi dalam masyarakat dan dengan menyuntikkan budaya damai sejak usia dini, baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, dan sebagai bangsa," kata JK dalam acara Christchurch Call to Action yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis dan PM Selandia Baru di Elysee Palace, Paris, Rabu (15/5).

DiketahuiDia mencontohkan di Indonesia sekitar 63 dari 150 juta pengguna internet adalah kaum muda. Sehingga, lanjutnya, mereka sangat rentan terpapar radikalisme dan kekerasan ekstremisme.

Dia memberikan contoh bahwa sejak 2015 Indonesia telah menyelenggarakan program Duta Pemuda untuk Perdamaian (Youth Ambassadors for Peace) guna melibatkan kaum muda dalam menyebarkan pesan-pesan damai. Program tersebut kata JK bertujuan untuk melawan ide-ide ekstrem dan penuh kebencian dengan menggunakan internet. Dan saat ini kata JK pihaknya telah memiliki lebih dari 780 duta pemuda Indonesia untuk perdamaian. Kemudian, 28 April lalu kata JK Indonesia telah memperluas program tersebut. Dan sudah membawa 100 pemuda dari negara Asia Tenggara.

"Kita harus memberdayakan anak muda kita untuk melawan tren ini. Pendekatan ini menunjukkan bahwa internet telah menjadi medan pertempuran terbaru, baik dalam melakukan maupun memerangi terorisme," ungkap JK.

Pemerintah juga melalui peraturan dan penegakan hukum dengan pelibatan peran swasta dalam implementasinya. Dia pun mendorong Kemitraan Publik dan Swasta, melalui berbagai inovasi, seperti penerapan code of conduct, serta mendorong pengawasan, pengaturan dan patroli siber secara mandiri.

"Seluruh industri teknologi informasi memikul tanggung jawab bersama dalam membuat dunia internet lebih aman dan sehat untuk semua," kata JK.

Diketatahui dalam pertemuan di Istana Elsyee kali ini terdapat 16 perwakilan yang akan memberikan sambutan, baik dari perwakilan pemerintah maupun perusahaan teknologi. Sedangkan Wapres memberikan sambutan pada urutan kelima setelah sambutan Pendiri Wikipedia Foundation.

Turut mendampingi Wapres dalam pertemuan diantaranya Menteri Komunikasi Rudiantara, yang telah lebih dahulu berada di Paris, Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Kuasa Usaha ad interim (KUAI) Paris Agung Kurniadi, serta Direktur Keamanan Internasional dan Pelucutan Senjata (KIPS) Kementerian Luar Negeri Grata Endah Werdanyngtyas. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini